nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Dorong Swasta Garap Investasi Kereta Api

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2002985 menhub-dorong-swasta-garap-investasi-kereta-api-uhhQ1o9wmv.jpeg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong sektor swasta agar bisa terlibat aktif dalam investasi-investasi pengembangan perkeretaapian.

Ada beberapa proyek percontohan adanya keterlibatan swasta, antara lain pengembangan KA Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dan KA Makassar-Pare-Pare. Pelibatan swasta ini menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merupakan format yang baik dan sebaiknya dapat terus diterapkan pada proyek perkeretaapian lainnya.

“Saya berharap pihak swasta bisa masuk dalam skema pengelolaan, agar yang mengerjakan pembangunan terkait perkeretaapian tidak hanya pemerintah,” jelasnya di Jakarta.

Pada proyek KA Api Jabodebek, pihaknya menugaskan PT Kereta Api Indonesia meminjam pada pihak swasta dengan suatu bunga tertentu untuk melakukan investasi. Pemerintah kemudian membayar availability payment.

“Ini sudah berjalan dan inilah format yang tidak hanya mengandalkan pemerintah, namun juga swasta,” tambahnya.

Baca Juga: Target Investasi Minerba Dipatok USD6,2 Miliar

Selain itu, kata Budi, pembangunan Kereta Api Makassar- Pare-Pare juga telah dilakukan beberapa segmen dan sudah ditentukan pemenang.

“Saya cukup terkejut karena pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam proyek Kereta Jabodebek dan Kereta Makassar-Pare-Pare itu banyak sekali seperti dari Korea, Jepang,” katanya.

Menhub menjelaskan, salah satu akses okupansi kereta api juga harus didukung dengan adanya integrasi antarmoda. Guna merespons hal ini, nantinya, akan disusun skema integrasi transportasi agar semakin memudahkan masyarakat.

“Nanti kalau kereta Jabodebek sudah jadi (rencananya pada akhir 2019), kereta tersebut dari Dukuh Atas bisa mengangkut penumpang dengan berbagai tujuan dan dengan biaya Rp12.000 saja penumpang bisa sampai Cibubur,” paparnya.

Kereta mass rapid transit (MRT) juga segera dioperasikan Februari ini. Dengan demikian, masyarakat dari Lebak Bulus bisa menggunakan moda ini sampai Dukuh Atas.

“Dari Dukuh Atas, lalu bisa memanfaatkan Kereta Api Bandara bila ingin ke Soekarno-Hatta. Kalau kedua angkutan tersebut bisa tersambung dari Dukuh Atas, saya yakin bahwa okupansi Ke reta Api Bandara di atas 60%,” jelas dia.

krl

Kereta api saat ini sangat digemari masyarakat. Oleh karena itu, Menhub akan terus meningkatkan pengelolaan perkeretaapian. Seperti pada peningkatan kapasitas kereta rel listrik yang saat ini bisa menampung 1,2 juta penumpang.

Ke depan, kapasitas penumpang akan ditingkatkan menjadi 2 juta orang. Kebijakan lain yang dilakukan adalah menambah jumlah peron dan gerbong kereta api. Menhub mengharapkan dalam dua ke depan proyek ini tahun ini segera rampung.

Lebih lanjut, Menhub juga menuturkan bahwa proyek yang saat ini berlangsung yaitu Kereta Api Semi cepat Jakarta- Surabaya yang telah disetujui untuk segera dibangun.

“Untuk Kereta Api Jakarta- Surabaya, kita sedang finalisasi dengan Jepang agar difinalkan feasibility study (FS). Jepang akan memberikan pinjaman kepada kita. Sudah disetujui pembangunannya,” terangnya.

Jika kereta ini beroperasi maka perjalanan Jakarta-Surabaya nanti hanya ditempuh enam jam, sedangkan jika menggunakan angkutan darat maka waktu tempuhnya mencapai 9-10 jam.

“Sehingga ini akan memudahkan dan memberi alternatif moda bagi masyarakat,” kata Menhub.

Gencarnya pemerintah Indonesia mengembangkan transportasi kereta api juga mengundang minat pelaku industri Malaysia. Hal ini terungkap dalam kunjungan yang dilakukan oleh Asosiasi Industri Perkeretaapian Malaysia (MARIC) yang diprakarsai oleh agensi promosi dagang Malaysia (MATRADE) di Jakarta belum lama ini.

Indonesia dan Malaysia sama-sama sedang membangun infrastruktur berbasis rel. Kedua negara juga telah lama mengoperasikan kereta api, baik di dalam kota maupun antarprovinsi.

Secara umum, Indonesia dan Malaysia juga memiliki banyak kesamaan. “Kami ingin berpartisipasi dengan berbagi pengetahuan dan keahlian kami untuk mengembangkan negara tetangga kami,” ujar Trade Commisioner MATRADE Mr Har Man Ahmad.

(Hakim/Sindonews)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini