nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2018, CEO Mengundurkan Diri Cetak Rekor Terbanyak

Mulyani, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 11:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2002990 2018-ceo-mengundurkan-diri-cetak-rekor-terbanyak-zi8zwgKbnz.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah, terutama dalam lingkungan bisnis yang tidak pasti. Seperti perusahaan-perusahaan di Amerika.

Dilansir dari CNN Bussines, Jumat (11/1/2019), tahun 2018 merupakan rekor tertinggi Chief Executive Officer (CEO) mengundurkan diri dari pekerjaan mereka sejak 2008. Rekor tersebut terjadi ketika krisis keuangan melanda. Hal ini disampaikan melalui laporan rilis perusahaan penempatan kerja Gray & Christmas.

 Baca Juga: Mengenal Naraya Murthy, Miliarder India yang Terlahir dari Keluarga Miskin

Menurut Wakil Presiden Gray & Christmas Andrew Challenger, tingkat pengunduran diri yang tinggi sebagian karena perusahaan khawatir tentang prospek ekonomi dan pasar. Pasar kerja memang masih sangat kuat, tetapi pasar saham tidak stabil dan banyak ekonom memperkirakan resesi sudah dekat.

Hal ini ditambah kekhawatiran soal perang dagang AS-China yang masih belum ada titik temu, sehingga berdampak di sejumlah industri, termasuk sektor manufaktur dan teknologi

"Dewan mengantisipasi lingkungan yang berubah dan menempatkan kepemimpinan di tempat yang mampu berhasil di dalamnya," katanya.

Dalam tiga bulan terakhir tahun 2018, perusahaan-perusahaan Amerika mengubah 425 CEO, menurut laporan itu. Itu hampir 45% lebih tinggi dari 294 CEO AS yang pergi pada kuartal terakhir 2017. Ini adalah total triwulanan tertinggi sejak 2002.

 Baca Juga: Kisah Perusahaan IT India yang Bangkit dari Kebangkrutan

Lebih dari 1.450 CEO AS meninggalkan pekerjaan mereka tahun lalu, dalam laporan tersebut, menandai lonjakan 25% dibandingkan dengan 2017.

Keberangkatan terkenal termasuk mantan CEO General Electric (GE) John Flannery, dan Margo Georgiadis yang mengundurkan diri dari perusahaan pembuat mainan Mattel (MAT) pada bulan April.

 Baca Juga: Miliarder Jepang Bagi-Bagi Uang Rp13 Miliar Via Twitter

Perusahaan juga mencatat dewan perusahaan secara ketat menegakkan kebijakan perusahaan tentang hubungan pribadi dan masalah etika.

"Delapan CEO pergi di tengah tuduhan pelanggaran seksual pada 2018, dan empat CEO lainnya pergi karena tuduhan pelanggaran profesional," katanya.

Sebagai contoh, Brian Krzanich, mantan CEO Intel (INTC), mengundurkan diri pada bulan Juni setelah perusahaan mengetahui tentang hubungan konsensual masa lalu dengan seorang karyawan Intel.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini