nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Dipercantik

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 11:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 470 2002992 sejumlah-jembatan-penyeberangan-orang-dipercantik-8Xyr0MMNR0.jpg Ilustrasi JPO: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berencana mempercantik 10 jembatan penyeberangan orang (JPO) di sejumlah jalanan utama. Hal ini untuk memaksimalkan fungsi fasilitas umum tersebut sekaligus menarik minat pejalan kaki agar menggunakan JPO dan tidak menyeberang sembarangan.

“Ada 10 JPO yang akan direvitalisasi, tapi untuk lokasinya masih dalam pembahasan, yang pasti akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Kepala Seksi Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam A. Nugraha, kemarin.

Pada 2018 lalu, lima JPO di Jakarta telah direvitalisasi. Rinciannya tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman, yakni JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK), dan JPO Bundaran Senayan atau Ratu Plaza. Sedangkan dua JPO lainnya, yakni JPO Jelambar, Jakarta Barat, dan JPO Dr Sumarno, Jakarta Timur.

Imam mengaku masih mendata JPO yang akan direvitalisasi. Selain itu, pihaknya juga akan membuat desain yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan JPO itu. JPO di Jalan Jenderal Sudirman misalnya, konsep modern terlihat dengan bentuk kotak-kotak minimalis. Begitu juga dengan JPO GBK yang dibuat kotak bergelombang menunjukkan gelora dan semangat.

Baca Juga: Jembatan Terpanjang Ketiga di RI Sedang Dibangun, Ini Penampakannya

Imam menyebutkan, JPO Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, masuk rencana revitalisasi 10 JPO yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, JPO akan dibuat natural lantaran di tempat itu terdapat pohon-pohon dan Kali Cengkareng Drain.

“Biar natural, tapi konsepnya modern. Pokoknya, kami bikin semenarik mungkin pembangunan di sana,” ucapnya. Selain di JPO Jembatan Gantung, kata dia, revitalisasi juga akan dilakukan di JPO Grogol, Jakarta Barat.

Sayangnya, Imam enggan memberikan penjelasan secara detail mengenai rencana pembangunan JPO itu. “Ya, itu (JPO Grogol) juga direvitalisasi,” katanya.

Selain akan merevitalisasi JPO, kata Imam, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga akan menambah sejumlah JPO. Hanya saja mengenai itu, Imam tidak merinci berapa jumlah dan lokasinya.

Pantauan KORAN SINDO, JPO Bundaran Senayan tampak indah dan nyaman. Kilau lampu membuat JPO itu semakin cantik dan banyak dijadikan sebagai spot foto oleh para pengguna. Dengan ornamen kayu, JPO terlihat jauh berbeda dibandingkan dengan sebelum direvitalisasi.

jpo

Atap dan pembatas dibuat menggunakan solid polycharbon ate sehingga lebih transparan. Tidak hanya itu, JPO ini juga sangat ramah untuk penyandang disabilitas karena disediakan dua lift di kanan dan kiri jembatan.

Melewati jembatan utama sepanjang 68 meter, pejalan kaki akan disinari lampu temaram saat malam hari. JPO Bundaran Senayan yang kini memasuki tahap finishing kini siap digunakan.

“Rencananya peresmian 15 Januari mendatang. Pokoknya, cocok banget untuk spot foto dan instagramable banget,” kata Inspektor PT Permadani Katulistiwa Nusantara (PKN) Pris Febrian Adlis.

Sementara di JPO Gelora Bung Karno (GBK), pembangunan masih berlangsung. Pada JPO GBK corak kotak-kotak minimalis dibuat spiral memberikan kesan semangat yang menggelora sehingga semakin mempercantik JPO tersebut.

Sedangkan untuk JPO Polda Metro Jaya terlihat main bridge masih belum terpasang. Meski demikian, rancangan JPO sudah terlihat dengan tangga yang terpasang di sisi kanan-kiri. “Semoga ini JPO cepat selesai, kalau lewat bawah agak seram karena kendaraan melaju sangat kencang,” kata Susi,pejalan kaki.

Pegawai swasta yang bekerja di kawasan SCBD ini sudah tidak sabar menunggu JPO itu rampung. Sebab selama ini dirinya harus berjalan jauh seusai turun dari Bus Transjakarta. Sekalipun terdapat pelican cross di antara JPO GBK dan Polda Metro Jaya, namun hal itu tak membantu. Sebab jarak pelican cross itu jauh sehingga melelahkan.

“Apalagi kalau siang hari, cuaca agak terik banget,” tuturnya.

Kondisi serupa juga terjadi di JPO Jembatan Gantung. Hampir dua tahun JPO di biarkan rusak. Tanpa JPO, nyawa pejalan kaki yang akan menggunakan moda transportasi Bus Transjakarta terancam.

“Sudah beberapa tahun JPO ini nggak dipakai. Pengguna Transjakarta harus menyeberang. Ini berbahaya,” kata Gerdi, pengguna jalan.

(Yan Yusuf)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini