nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Industri 4.0, Sri Mulyani Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Usia Dini

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 13:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004123 hadapai-industri-4-0-sri-mulyani-tingkatkan-kualitas-sdm-sejak-usia-dini-zNfMfOTjiB.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya pendidikan usia dini untuk terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan dalam acara Seminar dan Dialog Nasional “Penyiapan Sumberdaya Manusia Indonesia menghadapi Revolusi Industri ke- 4, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

“Kita sekarang menggunakan pendidikan wajib belajar 9 tahun itu berarti dia sampai SMP. Namun, 9 tahun dihitungnya dari SD. Indonesia saat ini telah memiliki Paud, oleh karena itu sekarang Indonesia mengenai investasi SDM dari semenjak usia dini hingga dia mencapai pendidikan dasar dan menegah menjadi sangat penting,” tuturnya,” ujarnya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Baca Juga: 13 Hal yang Dilakukan Orang Sukses di Masa Awal Bekerja, Tidak Lupa Ngobrol dengan CEO

Menurut Sri Mulyani, pendidikan usia dini termasuk Paud dan Wajib Belajar 9 Tahun dapat menjadi cara meningkatkan kualitas SDM yang sehat, cerdas, dan produktif di era industry 4.0. Pemerintah juga telah mengalokasikan Rp495 triliun untuk anggaran pendidikan.

“20% adalah untuk anggaran pendidikan nilainya di tahun 2019 seperti tadi yang dikatakan Bapak Wakil Presiden Rp495 triliun. Persoalan bagaimana mendesain anggaran pendidikan ini untuk bisa menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kapasitas,” ujarnya.

Baca Juga: Lagi Cari Kerja? Ini 10 Keterampilan yang Paling Dibutuhkan Perusahaan

Dari sisi pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja, tentu Indonesia memiliki komposisi penduduk yang sangat besar. Sri Mulyani mengatakan, RI masih termasuk negara besar dengan jumlah anak muda yang masih produktif.

“Kita memiliki kekuatan dari sisi tenaga kerja, dari jumlah tenaga kerja, namun tidak dari sisi kualitasnya. namun dari sisi demografi yang muda memberikan kekuatan,” ujarnya

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini