Share

Taksi Express Jual Tanah Rp112,15 Miliar demi Lunasi Utang

Rabu 16 Januari 2019 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 16 278 2005198 taksi-express-jual-tanah-rp112-15-miliar-demi-lunasi-utang-mZ5Rw5pcNu.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Ekspres Jakarta Jaya (EJJ) telah menjual kepemilikan tanah yang berlokasi di Bekasi kepada PT Qualitas Qunci Makmur. Adapun tanah tersebut resmi dilepas TAXI pekan lalu dengan nilai transaksi lebih dari Rp112,15 miliar.

Corporate Secretary TAXI Megawati Affan mengungkapkan bahwa tanah yang dijual tersebut terdiri atas enam bidang tanah yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Dirinya menjelaskan, tanah-tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang perbankan yang diterima Grup Express dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). ”Tujuan penjualan tanah ini adalah untuk melunasi sebagian utang Grup Express kepada PT Bank Central Asia Tbk yang telah jatuh tempo,” tutur Megawati dilansir dari Harian Neraca, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga: Kejar Ketertinggalan, Taksi Express Bakal Gandeng Go-Jek Cs

Megawati mengklaim, seluruh dana yang didapat dari transaksi penjualan tanah tersebut akan digunakan untuk melunasi utang. Dengan demikian, menurutnya, hal itu dapat mengurangi beban bunga keuangan juga mengurangi aset tetap dan utang lancar. “Pada akhirnya ini akan memperbaiki rasio lancar Grup Express,” tutupnya.

Sebelumnya, perseroan mendapatkan restu restrukturisasi obligasi dari pemegang obligasi. Dimana berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dilaksanakan perseroan, investor sepakat dengan dua skema restrukturisasi yaitu pertama, perseroan akan mengonversi sebesar Rp400 miliar pokok obligasi langsung menjadi saham emiten dengan nilai konversi saham sesuai ketentuan berlaku, konversi saham akan dilakukan setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

ihsg

Kedua, perseroan akan mengonversi nilai pokok obligasi Rp600 miliar menjadi obligasi konversi tanpa bunga dengan tanggal jatuh tempo 31 Desember 2020, setelah mendapatkan persetujuan RUPS. Pokok obligasi tersebut akan diamortiasi setiap tiga bulan sesuai dengan hasil penjualan jaminan perseroan. Jika terdapat sisa pokok pada tanggal jatuh tempo, maka sisa tersebut akan dikonversi lagi menjadi saham emiten.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini