nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lunasi Utang Obligasi, Taksi Express Gelar Rights Issue

Jum'at 08 Februari 2019 11:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 278 2015215 lunasi-utang-obligasi-taksi-express-gelar-rights-issue-hJSt2ULp5M.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Gali lubang tutup lubang, langkah inilah yang dilakukan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) untuk melunasi utang obligasi. Perusahaan taksi ini dalam waktu dekat bakal melakukan penambahan modal lewat penerbitan saham baru tanpa melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (8/2/2019), perusahaan akan menambah 10 miliar saham baru senilai Rp100 per saham atau total Rp1 triliun rupiah. Nilai tersebut sama dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Penerbitan saham kali ini merupakan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan, termasuk membayar utang obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 yang ratingnya telah dicabut oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas permintaan pihak manajemen Express Transindo Utama.

Baca Juga: Pefindo Tarik Peringkat Taksi Express

Berdasarkan kesepakatan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 Desember 2018 lalu mayoritas pemegang obligasi setuju utang tersebut dikonversi dengan saham baru tanpa melalui rights issue. Saham baru yang akan diterbitkan nantinya akan dikonversikan secara bertahap. Konversi tahap pertama sebesar Rp400 miliar atau 4 miliar saham akan dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Februari 2019 mendatang.

Sedangkan konversi tahap kedua sebesar Rp600 miliar atau 6 miliar saham berupa perubahan sisa obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi obligasi konversi (OK). OK tersebut nantinya dapat ditukar dengan saham dengan jumlah maksimal 6 miliar saham. Perusahaan menjelaskan, saham yang akan diterbitkan memiliki jenis yang sama dengan saham yang diterbitkan sebelumnya, dengan demikian memiliki hak yang sama dalam segala hal, termasuk hak menerima dividen, mengeluarkan suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) serta aksi korporasi lainnya.

ihsg

Lebih lanjut, kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting nantinya akan terkena dilusi minimal sebesar 65,09% apabila konversi tahap pertama selesai dilakukan dan pihak Express Transindo Utama bisa melunasi seluruh pokok OK senilai Rp600 miliar. Kemudian jika nanti konversi tahap pertama dan tahap kedua berhasil dituntaskan sepenuhnya kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting akan terdilusi maksimal 82,33%.

Pelaksanaan penambahan saham baru tanpa rights issue ini akan dilakukan pada 30 April 2019 untuk konversi tahap pertama dan untuk konversi tahap kedua baru akan dimulai pada akhir tahun depan atau 31 Desember 2020. Surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan baru akan dirilis pada 18 April 2019 mendatang. Sebagai informasi, saat ini porsi terbesar kepemilikan saham TAXI masih dipegang oleh PT Rajawali Corpora sebesar 51%. Porsi terbesar kedua dimiliki oleh publik sebesar 48,99% seangkan sisanya sebesar 0,01% merupakan kepemilikan Megawati Affan selaku Direktur Express Transindo Utama.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini