nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indofood CBP Sisakan Dana IPO Rp417,49 Miliar

Kamis 17 Januari 2019 15:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 17 278 2005794 indofood-cbp-sisakan-dana-ipo-rp417-49-miliar-JOHGRYsXt4.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sepanjang 2018 emiten makanan dan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah merealisasikan hampir seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham pada 2010.

Hingga 31 Desember 2018, perseroan telah menggunakan 93,14% dari dana hasil IPO sebesar Rp6,09 triliun. Realisasi penggunaan dana hasil IPO di antaranya untuk pelunasan hutang sebesar Rp4,07 triliun dan belanja modal Rp1,60 triliun. Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp417,49 miliar. Sebagai informasi, di kuartal tiga 2018, perseroan membukukan laba naik 14,47% dari sebelumnya Rp3,04 triliun menjadi Rp3,48 triliun pada akhir September 2018.

Baca Juga: PT Indofood CBP Sukses Makmur

Laba yang tumbuh dua digit ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan sebesar 7,47% menjadi Rp29,48 triliun hingga kuartal ketiga tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp27,43 triliun.

Beban pokok penjualan meningkat 5,8% secara year on year (yoy) menjadi Rp19,88 triliun, rinciannya bahan baku yang digunakan senilai Rp15,04 triliun dan beban produksi Rp4,29 triliun. Beban pokok yang naik lebih tipis daripada pendapatan ini menyebabkan margin laba kotor ICBP naik tipis.

Margin laba kotor ICBP pada periode Januari-September 2018 mencapai 32,53%. Margin laba kotor ini naik tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 31,46%. Selain itu, laba usaha perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman ini meningkat hingga 19,4% menjadi Rp4,97 triliun dari sebelumnya Rp4,16 triliun. "Di tengah tingkat persaingan yang semakin ketat, kami akan terus fokus pada strategi untuk meraih pertumbuhan secara berkelanjutan dan memperkuat posisi pasar kami," kata Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim, dilansir dari Harian Neraca, Kamis (17/1/2019).

grafik

Berdasarkan segmen penjualan, pendapatan mi instan mengontribusi pendapatan terbesar ICBP, yakni Rp18,92 triliun atau 64,18% dari total pendapatan. Kontribusi penjualan terbesar kedua adalah produk dairy, yang mencapai Rp5,83 triliun atau 19,78%.

Segmen makanan ringan mengkontribusi 6,78% penjualan ICBP disusul oleh penjualan minuman 4,97%, penyedap makanan 2,18% serta nutrisi dan makanan khusus 2,06%. Sebagai informasi, kegiatan operasional ICBP di dukung oleh lebih dari 50 pabrik di berbagai wilayah Indonesia. Produk-produk ICBP tersebar di 60 lebih negara.

Kemudian PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebagai induk usah membukukan penurunan laba periode berjalan sebesar 13,50% menjadi Rp2,82 triliun pada kuartal III-2018. Adapun periode sebelumnya, laba INDF tercatat senilai Rp3,26 triliun. Penurunan laba terjadi saat pendapatan dan penjualan INDF di sembilan bulan pertama 2018 naik Rp1,62 triliun menjadi Rp54,74 triliun. Pencapaian tersebut naik 3,05% dari periode yang sama tahun lalu Rp53,12 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini