nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp55 Triliun

Jum'at 18 Januari 2019 12:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 18 278 2006187 waskita-targetkan-kontrak-baru-rp55-triliun-GOya1KIXiE.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun. ”Total kontrak baru kita sekitar Rp55 triliun selama 2019. Tentunya bagaimana kontrak itu kita capai sebelum berakhirnya tahun 2019 adalah dengan membidik proyek dari BUMN dan pekerjaan umum,” kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra dilansir dari Harian Neraca, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa total kontrak baru 2019 itu terdiri dari kombinasi proyek-proyek dari Pekerjaan Umum, Perhubungan, BUMN dan proyek Waskita Karya sendiri. Di samping itu total kontrak baru sekitar Rp55 triliun tersebut diharapkan dapat mendorong target pendapatan 2019 sekitar Rp50 triliun.

Putra juga mengatakan bahwa Waskita Karya pada tahun ini akan menyelesaikan proyek-proyek tol yang sedang berjalan, seperti tol Layang Jakarta-Cikampek, tol Cibitung-Cilincing, tol Cimanggis-Cibitung, tol lanjutan Bogor-Ciawi-Sukabumi dan tol baru Jakarta-Cikampek Selatan dengan dibantu Hutama Karya. Di kuartal ketiga 2018 lalu, kas operasional Waskita Karya masih menunjukkan posisi negatif yakni mencapai Rp1,54 triliun.

Baca Juga: Waskita Karya Targetkan Laba Bersih Rp4 Triliun pada 2019

Sementara laba bersih sebesar Rp4,49 triliun atau tumbuh 53,77% secara tahunan. Kemudian pendapatan usaha Rp36,23 triliun pada 30 September 2018. Jumlah tersebut naik 26,99% dari Rp28,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan laba bersih Rp4,1 triliun. Target ini turun bila dibandingkan capaian sebelumnya.

Tengok saja, pada akhir 2017, laba bersih perseroan sebesar Rp4,2 triliun. Sementara, hingga September 2018 laba bersih yang telah tercatat mencapai Rp4,3 triliun. Putra menuturkan, penetapan target laba yang relatif stagnan disebabkan karena adanya beberapa ruas tol yang sudah mulai beroperasi. "Tol yang beroperasi ini harus kita alokasikan top up untuk operasinya, karena seluruh utang sudah dikapitalisasi,"ujarnya.

Kemudian pendapatan ditargetkan sebesar Rp54,13 triliun. Target ini naik bila dibandingkan dengan tahun lalu. "Kinerja keuangan perseroan bahwa pendapatan usaha kita di 2017 sebesar Rp45,1 triliun. Tahun 2018 kemarin, kita targetkan tumbuh 10%. Saya belum bisa sebutkan angka karena masih dalam proses audit,"kata Haris Gunawan, Direktur Keuangan WSKT.

grafik

Adapun nilai kontrak yang ditargetkan tercapai tahun ini stagnan pada kisaran Rp121,6 triliun. Jumlah ini turun bila dibandingkan 2017 yang mencapai Rp138 triliun atau sedikit naik bila dibandingkan tahun 2018 yang hanya Rp117 triliun. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex senilai Rp25,3 triliun. Mayoritas belanja modal atau sekitar 78,9% akan digunakan untuk mendanai proyek tol yang kini sedang dalam proses tender.

Saat ini, ada beberapa proyek tol yang kini tengah diincar Waskita, seperti Tol Semarang-Demak, Tol Bawen-Yogyakarta, serta Jembatan Tol Penajam-Passer Utara di Kalimantan Timur. Baca juga: Tahun Ini, Waskita Targetkan Jual 6 Ruas Tol Adapun kebutuhan investasi Tol Semarang-Demak sepanjang 25 kilometer sekitar Rp16 triliun. Sementara, investasi untuk Jembatan Tol Penajam-Passer Utara sepanjang 7,6 kilometer sekitar Rp11,6 triliun. Sedangkan, investasi Tol Bawen-Yogyakarta yang dirancang sepanjang 71 kilometer diperkirakan mencapai Rp12,13 triliun. Selain tol, ada beberapa proyek lain yang juga mendapat alokasi belanja modal untuk digarap seperti energi (4,3%), pembelian alat konstruksi (9%), precast (3,6%) dan properti (4%).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini