JAKARTA – Pada perdagangan hari ini saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam masa penawaran umum, emiten properti ini mendapatkan respons positif dari pelaku pasar dengan ditandai kelebihan permintaan hingga tiga kali.
Direktur Utama Jasa Utama Capital Sekuritas, Deddy Suganda Widjaja mengatakan, investor di pasar modal merespons positif IPO Nusantara Properti Internasional dan mencatatkan kelebihan permintaan."Oversubscribed 3 kali," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (18/1/2019).
Secara bersamaan, perseroan juga melepas 2 miliar lembar Waran Seri I atau sebesar 33.33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Jelasnya, setiap pemegang satu lembar saham baru perseroan berhak memperoleh satu lembar waran seri I dimana setiap 1 satu lembar Waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham dengan harga pelaksanaan Rp108 dalam waktu tiga tahun.
Baca Juga: BEI Incar Debitur Bank Besar untuk IPO
Nusantara Properti Internasional menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) Rp103 per saham atau mendekati batas bawah dari kisaran harga penawaran Rp102-Rp110 per saham. Perseroan melepas 2 miliar saham dalam IPO tersebut. Melalui aksi IPO, Nusantara Properti Internasional memperoleh dana senilai Rp206 miliar.
Perusahaan properti ini akan menggunakan dana IPO sebesar 80% untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada entitas anak, yakni PT Nusantara Mandala Prima (NMP). Dari total dana yang diperoleh NMP, sebesar 37,5% akan disalurkan sebagai pinjaman kepada cucu usaha perseroan untuk pengembangan villa/ hotel di daerah Selayar, Sulawesi Selatan. Selain itu, 62,5% akan digunakan untuk pinjaman kepada cucu usaha yang lain untuk pembelian lahan di Pulau Rote, NTT.