Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesenjangan Makin Lebar, Pajak Orang Kaya Harus Dinaikkan

Andrea Heschaida Nugroho , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2019 |14:16 WIB
Kesenjangan Makin Lebar, Pajak Orang Kaya Harus Dinaikkan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Organisasi nirlaba, Oxfam mendesak pemerintah untuk menaikkan pajak orang kaya dan perusahaan. Tujuannya mengatasi kesenjangan global yang semakin meningkat.

Melansir CNBC, Senin (21/1/2019), Oxfam menerbitkan laporan yang mengungkapkan bahwa kekayaan miliarder naik USD2,5 miliar per hari atau 12% pada tahun 2018. Saat miliarder baru muncul setiap dua hari sekali, Oxfam menganggap bahwa pajak yang dikenakan kepada miliarder-miliarder tersebut merupakan pajak terendah selama beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Jika Tax Ratio 16%, Karyawan Bergaji UMR Bisa Kena Pajak

Menurut laporan tersebut, dengan menaikkan pajak sebesar 0,5% kepada para miliarder tersebut akan mengumpulkan cukup uang untuk mendidik 262 juta anak dan menyediakan perawatan kesehatan yang mampu menyelamatkan 3,3 juta jiwa.

Namun sayangnya, pajak semacam itu dikurangi bahkan dihilangkan di negara-negara kaya dengan korporasi di negara-negara tersebut turun dari 62% di tahun 1970 menjadi 38% di tahun 2013.

Baca Juga: Prabowo Ingin Tax Ratio Naik Jadi 16%, Sektor Riil Akan Terhambat

Direktur Ekskutif Oxfam International Winnie Byanyima menyatakan, bahwa pihak berwenang perlu mengevaluasi kembali sistem mereka untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan.

“Pemerintah sekarang harus memberikan perubahan nyata dengan memastikan perusahaan dan orang kaya untuk membayar pajak secara adil dan menginvestasikan uang tersebut untuk layanan kesehatan dan pendidikan gratis yang memenuhi kebutuhan semua orang,” tuturnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement