Pertumbuhan Ekonomi Global Diramal Tetap 3% pada 2019-2020

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 20 2007627 pertumbuhan-ekonomi-global-diramal-tetap-3-pada-2019-2020-UP9zFUZ4St.jpg Ilustrasi: Pertumbuhan Ekonomi Global Diramal Tetap 3% (Foto Shutterstock)

NEW YORK - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan, ekonomi global akan terus tumbuh dengan kecepatan stabil sekitar 3,0% pada 2019 dan 2020, di tengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan global telah membaik.

Namun, kombinasi tantangan pembangunan yang mengkhawatirkan selanjutnya dapat merusak pertumbuhan, menurut laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia PBB 2019 (United Nations World Economic Situation and Prospects 2019), yang diluncurkan di markas PBB di New York seperti dilansir Xinhua, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Dalam laporan PBB, pertumbuhan global diperkirakan akan tetap stabil pada 3,0% pada 2019 dan 2020, setelah mencatat 3,1% pada 2018.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Global Picu Kekhawatiran Bursa Saham AS

Sementara itu, pertumbuhan di Amerika Serikat diproyeksikan melambat menjadi 2,5% pada 2019 dan 2,0% pada 2020, karena dorongan dari stimulus fiskal pada 2018 berkurang.

"Untuk pertumbuhan Uni Eropa akan stabil 2,0% meskipun risiko-risiko miring ke sisi penurunan, termasuk potensi kejatuhan dari Brexit," kata laporan PBB.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi di China diperkirakan akan moderat dari 6,6% pada 2018 menjadi 6,3% pada 2019, dengan dukungan kebijakan sebagian mengimbangi dampak negatif dari ketegangan perdagangan.

 Baca Juga: Perekonomian Global 2019 Penuh Ketidakpastian

Beberapa negara pengekspor komoditas besar, seperti Brasil, Nigeria, dan Rusia diproyeksikan akan mengalami peningkatan pertumbuhan yang moderat pada 2019-2020.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak merata dan seringkali gagal mencapai tempat yang paling dibutuhkan.

Pendapatan per kapita akan mandek atau hanya tumbuh sedikit pada 2019 di beberapa bagian Afrika, Asia Barat, dan Amerika Latin dan Karibia.

Bahkan di mana pertumbuhan per kapita kuat, kegiatan ekonomi sering didorong oleh kawasan industri dan perkotaan inti, meninggalkan daerah pinggiran dan pedesaan di belakang.

"Mengentaskan kemiskinan pada 2030 akan membutuhkan pertumbuhan dua digit di Afrika dan pengurangan tajam dalam ketimpangan pendapatan," kata laporan PBB.

 Baca Juga: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat di 2019

Laporan PBB juga mengungkap, pertemuan yang berisiko berpotensi sangat mengganggu kegiatan ekonomi dan menimbulkan kerusakan signifikan pada prospek pembangunan jangka panjang.

Risiko-risiko ini termasuk berkurangnya dukungan untuk pendekatan multilateral; meningkatnya perselisihan kebijakan perdagangan; ketidakstabilan keuangan terkait dengan peningkatan tingkat utang; dan meningkatnya risiko iklim, karena dunia mengalami peningkatan kejadian cuaca ekstrem.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini