Baca Juga: Antam Siapkan Belanja Modal Rp3,4 Triliun pada 2019
Menurut Arie, pada 2018 volume penjualan unaudited emas perseroan mencapai 28.258 kg atau naik signifikan sebesar 114% dibandingkan capaian tahun 2017 sebesar 13.202 kg. Hal ini seiring dengan strategi pengembangan pasar emas, baik domestik maupun ekspor.
Selain itu, didukung dengan inovasi produk Logam Mulia Antam. Sedangkan total volume produksi unaudited emas Antam stabil sebesar 1.953 kg. Untuk komoditas bijih nikel tercatat volume produksi una udited sebesar 9,31 juta wet metric ton (wmt) yang naik sebesar 67% dibandingkan tahun 2017 tercatat sebesar 5,57 juta wmt.
Antam memproduksi bijih nikel untuk kebutuhan bahan baku pabrik feronikel perusahaan. Selain itu, untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. (Heru Febrianto)
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.