nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Rumah Subsidi Diusulkan Naik 3%-7%, Berikut Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 470 2008385 harga-rumah-subsidi-diusulkan-naik-3-7-berikut-rinciannya-CMuZOPNRfw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaikan harga rumah subsidi pada 2019. Khususnya rumah subsidi yang menggunakan Kredit Pemilkan Rumah (KPR) lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

KPR FLPP merupakan program kredit rumah yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam program itu, kredit rumah MBR dapat dicicil dengan tenor 20 tahun dan bunga yang dikenakan 5% flat.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Rumah Subsidi, dari Syarat hingga Harga

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, kenaikan harga rumah subsidi yang diusulkan pemerintah ada dikisaran 3 hingga 7,5%.

"Tahun ini sudah diusulkan naik, kisarannya sekitar 3%-7,75%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (23/1/2019).

Menurut Khalawi, kenaikan harga tanah disesuaikan dengan harga kenaikan tanah. Sebab kenaikan harga tanah maka biaya yang dibutuhkan biaya yang lebih besar.

"Semoga Januari 2019 ini bisa disetujui turun. Sambil menunggu turun, kebijakan batas atas rumah itu mengacu kebijakan tahun 2018,” jelasnya.

Baca Juga: Aljazair Contek Kesuksesan Program Sejuta Rumah Jokowi

Berikut usulan kenaikan batas atas rumah tapak bersubsidi

1. Jawa (kecuali Jabodetabek) kenaikan 7,69%

Harga jual 2018: Rp 130 juta

Harga Jual 2019: Rp 140 juta

2. Sumatera (kecuali Kep Riau, Bangka Belitung, Kep Mentawai) kenaikan 7,69%

Harga jual 2018: Rp 130 juta

Harga jual 2019: Rp 140 juta

3. Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) kenaikan 7,75%

Harga jual 2018: Rp 142 juta

Harga jual 2019: Rp 153 juta

4. Sulawesi kenaikan 7,35%

Harga jual 2018: Rp 136 juta

Harga jual 2019: Rp 146 juta

5. Maluku dan Maluku Utara - kenaikan 6,4%

Harga jual 2018: Rp 148,5 juta

Harga jual 2019: Rp 158 juta

6. Bali dan Nusa Tenggara (kecuali Kab Alor dan Sabu Raijua) kenaikan 6,4%

Harga jual 2018: Rp 148,5 juta

Harga jual 2019: Rp 158 juta

7. Papua dan Papua Barat kenaikan 3,41%

Harga jual 2018: Rp 205 juta

Harga jual 2019: Rp 212 juta

8. Bangka Belitung, Kep Mentawai, Kep Riau (kecuali Kep Anambas) kenaikan 7,35%

Harga jual 2018: Rp 136 juta

Harga jual 2019: Rp 146 juta

9. Jabodetabek, Kep Anambas, Kab Alor, Kab Sabu Raijua, Kab Murung Raya, Kab Mahakam Ulu kenaikan 6,51%

Harga jual 2018: Rp 148,5 juta

Harga jual 2019: Rp 158 juta

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini