nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Rumah Subsidi Disulkan Naik hingga 7,75%, Begini Penjelasan Pengembang

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 17:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 470 2008410 harga-rumah-subsidi-disulkan-naik-hingga-7-75-begini-penjelasan-pengembang-xKvhWUJeM7.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana menaikan harga rumah subsidi pada 2019. Saat ini prosesnya telah diajukan untuk disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Dalam usulannya, harga rumah subsidi bisa naik dikisaran 3% hingga 7,75%. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan harga tanah yang terus naik.

Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Diusulkan Naik 3%-7%, Berikut Rinciannya

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesi (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, pihaknya sangat mendukung pemerintah untuk menaikan harga rumah subsidi. Sebab menurutnya, apapun keputusannya nanti, kenaikan harga rumah subsidi sudah berdasarkan perhitungan yang matang.

"Sekarang masih digodok oleh pemerintah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Menurut Eman, perhitungan kenaikan harga rumah subsidi sudah diperhitungkan pemerintah dengan mempertimbangkan bisnis para pengembang. Karena, kenaikan harga tanah ini sudah sangat tinggi dan tidak mengikuti inflasi.

"Apapun hasilnya nanti saya kira pemerintah sudah membuat perhitungan yang sangat memperhitungkan bagaimana swasta berjalan tapi comfortable tetap berjalan," jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Rumah Subsidi, dari Syarat hingga Harga

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, kenaikan rumah subsidi yang diusulkan pemerintah dikisaran 3% hingga 7,5%.

Menurut Khalawi, kenaikan harga tanah disesuaikan dengan harga kenaikan tanah. Sebab kenaikan harga tanah maka biaya yang dibutuhkan biaya yang lebih besar

"Semoga Januari 2019 ini bisa disetujui turun. Sambil menunggu turun, kebijakan batas atas rumah itu mengacu kebijakan tahun 2018,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini