Menkominfo: Milenial Punya Peran Penting dalam Mendorong Perekonomian Bangsa

Rany Fauziah, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 24 320 2008878 menkominfo-milenial-punya-peran-penting-dalam-mendorong-perekonomian-bangsa-3HKdluT72P.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Yohana)

DAVOS - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membedah peluang milenial untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia. Hal tersebut dilakukan dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Dia mengatakan, peningkatan ekonomi dari populasi generasi muda terus terjadi, sementara laju pensiun terjadi di negara seperti Jepang, Thailand, dan Singapura. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bisnis.

“Ada 63 juta milenial atau warga usia 20 hingga 35 tahun. Mereka berada pada usia produktif. Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Terutama ketika Indonesia menargetkan untuk masuk ke negara berpenghasilan tertinggi pada tahun 2045. Kuncinya adalah memahami perilaku milenial dan mendorong mereka untuk menjadi pendorong ekonomi berikutnya,” ujar Rudiantara seusai sesi, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/1/2019).

Baca Juga: Menperin Bakal Temui Apple hingga Coca-Cola di WEF 2019

Ditambahkan Rudiantara, milenial Indonesia adalah basis digital. Dengan kecenderungan itu, milenial Indonesia siap untuk membawa bangsa ke masyarakat digital, termasuk ketika Indonesia perlu berurusan dengan Revolusi Industri 4.0.

Melalui acara tersebut, Menkominfo berbagi tentang ledakan generasi muda di Indonesia dalam jamuan makan malam yang bertemakan Bridging the Asian Demographic Divide.

Baca Juga: 10 Negara Ekonomi Berdaya Saing Tinggi di Dunia, AS di Posisi Pertama

WEF 2019 yang mengangkat tema Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution ini diikuti oleh lebih dari 3.000 partisipan yang berasal dari kalangan pemerintah, bisnis, budaya, media, termasuk perwakilan Indonesia.

Turut hadir pula dalam sesi ini, Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta H. Fore, Profesor Praktik Manajemen London Business School Lynda Gratton, Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson, Direktur dan Anggota Dewan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Axton Salim, Co-Founder, Group President dan Deputy Chairman Fullerton Healthcare Corporation David Sin, Dekan China Institute Fudan University Zhang Weiwei. Sesi ini difasilitasi oleh Kepala Koresponden Internasional, Asia Tenggara Bloomberg News, Haslinda Amin.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini