Fakta Jokowi Sambungkan Listrik Gratis

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 26 Januari 2019 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 26 320 2009672 fakta-jokowi-sambungkan-listrik-gratis-iVHwhBlpTY.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

BEKASI – Pemerintah melalui program sinergi BUMN terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat tidak mampu di Bekasi, Jawa Barat .

Berikut fakta-fakta sambungan listrik gratis yang dirangkum dari Koran Sindo, Sabtu (26/1/2019):

1. Target Sambungan Listrik Gratis

Berdasarkan data PLN Kabupaten/ Kota Bekasi, terdapat sekitar 11.000 kepala keluarga (KK) belum mendapatkan fasilitas sambungan listrik secara langsung dari PLN. Targetnya, sambungan listrik gratis tersebut dapat selesai pada Maret 2019.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Sambungan Listrik Gratis Berlanjut di Seluruh Indonesia

”Kita akan terus memberikan sambungan-sambungan gratis kepada warga yang belum mampu untuk pasang. Memang untuk saat ini kita baru konsentrasi di Jawa Barat. Nah saat ini kita sudah menyasar di Bekasi,” ujar Presiden Joko Widodo, saat menyalakan langsung sambungan listrik gratis di Kampung Duaratus, Marga Jaya, Bekasi, Jabar, kemarin.

2. Tujuan Sambungan Listrik Gratis

Menurut Presiden Jokowi, fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat prasejahtera akan terus dilanjutkan tidak hanya di Jabar, tapi berlanjut di seluruh wilayah di Indonesia. Rencananya setelah selesai di Jabar, program Sinergi BUMN ini akan berlanjut di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

”Awal ini memang di Jawa Barat karena masih banyak warga yang belum pasang. Nanti akan pindah ke Jawa Tengah, lalu pindah ke Jawa Timur. Semuanya pasti akan tersambung,” kata dia.

3. Berapa lagi Jumlah KK Tak Mampu yang Belum dapat Listrik

Presiden Jokowi menyebut masyarakat tidak mampu seluruh Indonesia yang belum tersambung listrik ada sebanyak 1,2 juta KK. Karena itu, perlu upaya supaya seluruh warga tidak mampu tersebut mendapatkan akses sambungan listrik.

”Hitungan kita 1,2 juta itu di seluruh provinsi. Ini akan terus kita sisir satu per satu,” ucapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan 280 Ribu Sambungan Listrik Gratis di Jabar

4. Sambung Listrik Gratis Hasil Sinergi BUMN

Berdasarkan data PLN, sinergi melibatkan 34 BUMN dan satu anak perusahaan. Sejumlah perusahaan tersebut, yaitu PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom & Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII), Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura 2, Pelindo 2, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP, dan POS.

Dalam pelaksanaan program ini, masyarakat mendapatkan penyambungan listrik secara gratis dengan daya 450 VA. Daya 450 VA tersebut cukup untuk menggunakan TV, penanak nasi, dan menyalakan lampu. Untuk biaya, PLN dan asosiasi instalatur memberikan keringanan biaya penyambungan dan pemasangan instalasi sebesar 50% sehingga biaya yang perlu dibayar oleh Sinergi BUMN hanya Rp500.000.

5. Masyarakat Jabar yang Belum Dapat Listrik Gratis

Sementara warga mendapatkan fasilitas penyambungan secara gratis karena ditanggung Sinergi BUMN. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terdapat 235.756 masyarakat tidak mampu di Jabar belum tersambung listrik PLN secara langsung. Melalui program Sinergi BUMN, penyalaan listrik gratis tahap pertama di Jabar sebanyak 130.248 KK dengan target tersambung 100.970 KK sepanjang 2018.

Sebelumnya total masyarakat tidak mampu yang belum berlistrik se-Jabar 235.756 KK.

Target tahap awal ada di delapan Kabupaten/Kota, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

6. Tanggapan PLN soal Sambungan Listrik Gratis

Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang ikut hadir dalam acara peninjauan tersebut menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat tidak mampu tersebut menyambung dari tetangga untuk mendapatkan listrik. Masyarakat kurang mampu ini sebelumnya mendapat listrik dari PLN.

Mereka terpaksa menyambung dari tetangga bayar 40.000–50.000 untuk lampu tiap bulan atau menggunakan penerangan lain seperti lampu teplok.

”Melalui listrik PLN langsung, mereka dapat melakukan banyak penghematan untuk pengeluaran per bulannya. Kami harapkan bantuan sambung listrik gratis ini juga bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi warga,” ujar Sofyan.

Sofyan mengatakan program Sinergi BUMN ini membantu warga tidak mampu sesuai TNP2K untuk membayar biaya pasang baru listriknya.

”Sekarang, mereka bayar sekitar 30.000 per bulan listrik PLN. Untuk lampu, televisi, dan penanak nasi serta alat elektronik lainnya,” sebut Sofyan.

Dia berharap dengan program ini akan semakin banyak masyarakat miskin yang kesejahteraannya semakin baik dan BUMN Hadir Untuk Negeri tidak henti-hentinya terus melakukan upaya kerja nyata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

7. Anggaran Sambungan Listrik Gratis

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin mengatakan total anggaran Sinergi BUMN untuk memberikan fasilitas sambungan listrik gratis di Jabar sebesar Rp160 miliar. Adapun realisasi anggaran tahun lalu tercapai sebesar Rp60 miliar.

”Program ini akan terus berlanjut tidak hanya di Jabar, tapi juga di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Masih cukup banyak warga kita yang masih nyantol tetangga atau keluarga,” kata dia.

Dia mengatakan jumlah masyarakat Jateng dan Yogyakarta yang listriknya masih nyantol tetangga kurang lebih sebanyak 110.000 KK. Bahkan, masih ada sekitar 30% masyarakat benar-benar belum mendapatkan akses listrik sama sekali dari PLN.

”Karena itu, program ini akan terus dilanjutkan lantaran memang masih banyak yang masih nyantol. Bahkan masih ada yang benar-benar belum mendapatkan akses PLN, khususnya di Gunung Kidul dan Kulonprogo,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini