nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gurita Bisnis Eka Tjipta yang Dulu Jual Biskuit Kini Miliki Harta Rp120 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 10:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 27 320 2009935 gurita-bisnis-eka-tjipta-yang-dulu-jual-biskuit-kini-miliki-harta-rp120-triliun-0JgKXf5tTz.png Foto: Eka Tjipta Meninggal Dunia (Sinar Mas)

JAKARTA - Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia. Orang terkaya ketiga di Indonesia ini memiliki harta USD8,6 miliar atau sekitar Rp120,4 triliun (kurs Rp14.000 USD).

Beragam bisnis telah digeluti pria ini. Salah satunya menjajakan biskuit dan permen dengan mengendarai sepeda ke penjuru kota Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Oktober 1938.

Tak disangka, berkat ketekunannya, Eka Tjipta meraih kesuksesan. Meski hanya lulusan sekolah dasar, baginya tak ada harapan dan cita-cita yang terlalu tinggi.

Baca Juga: Berawal Jualan Biskuit Keliling, Eka Tjipta Widjaja Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Filosofi jujur, menjaga kredibilitas, dand bertanggung jawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan maupun terhadap sosial menjadi kompas hidupnya, yang kemudian bermetamorfosis menjadi nilai-nilai luhur Sinar Mas, yakni Integritas, Sikap Positif, Berkomitmen, Perbaikan Berkelanjutan, Inovatif dan Loyal.

Berikut gurita bisnis Eka Tjipta seperti dikutip Okezone, Jakarta, Minggu (27/1/2019):

Eka Tjipta tercatat memiliki total kekayaan hingga miliaran dolar Amerika berkat ketekunannya menggarap lebih dari 50 proyek properti.

Dari perumahan, hotel, kompleks kawasan industri, lapangan golf, pusat perbelanjaan, dan masih banyak lagi yang lain. Menurut majalah Forbes , tahun lalu kekayaan Eka Tjipta dan keluarganya mencapai

Baca Juga: Eka Tjipta Miliki Harta Rp120,4 Triliun

Salah satu divisi operasionalisasi bisnis yang terkenal dari Sinar Mas Group adalah Asia Pulp & Paper (APP). Perusahaan yang berpusat di Riau itu menaungi perusahaan-perusahaan penghasil bubur kertas dan kertas Sinar Mas.

APP yang beroperasi di seluruh Indonesia itu merupakan salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi sekitar 12 juta ton per tahun.

“Di sektor agrobisnis, Sinar Mas mengembangkan perusahaan oleokimia di Riau dengan menggandeng mitra perusahaan Spanyol, Cepsa,” tulis Forbes pada Desember tahun lalu.

Sektor agrobisnis ini kini dijalankan oleh salah satu putranya, Franky Oesman Widjaya, melalui bendera Golden Agri-Resources (GAR) Ltd. Forbes mencatat, pada 2018 GAR memiliki kapitalisasi pasar USD3,3 miliar.

Perusahaan yang didirikan pada 1996 itu memiliki 170.700 pekerja dengan kantor pusat di Singapura. GAR juga dikenal sebagai perusahaan agrobisnis yang gencar menanamkan modalnya di berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya.

Baca Juga: Eka Tjipta Wariskan Nilai Bisnis ke Anak-anaknya

Beberapa perusahaan Sinar Mas juga tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia. Antara lain, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSA), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Smartfren Telecom Tbk (SMAR), PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Sekadar informasi, Sinar Mas berawal ketika almarhum Eka Tjipta Widjaja yang ketika itu masih bernama Oei Ek Tjhong, dan baru menjejak usia 15 tahun,

Kini sebagai sebuah brand, Sinar Mas menaungi sejumlah perusahaan dengan nilai korporasi dan sejarah yang sama, namun masing-masing dari mereka independen dengan manajemen tersendiri.

Perusahaan tadi, bergerak di sektor pulp dan kertas, agribisnis dan makanan, pengembang dan real estat, jasa keuangan, telekomunikasi dan data, serta energi dan infrastruktur. Belakangan, Sinar Mas juga memasuki pula ranah bisnis digital ventures.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini