nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WIKA Bukan Lagi Persero, Ini Penjelasan Kementerian BUMN

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 470 2010348 wika-bukan-lagi-persero-ini-penjelasan-kementerian-bumn-9fdYGYK2dD.jpg foto: Okezone

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB membahas perubahan status dari persero menjadi non-persero.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius menjelaskan, perubahan status dari persero menjadi non-persero merupakan salah satu tahapan dalam pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

"Status persero dari anggota Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan hilang setelah akta inbreng diteken. Di mana akta inbreng harus menunggu PP yang menjadi dasar pembentukan holding," ujarnya di Gedung Wika, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Baca Juga: Demi Holding BUMN Perumahan, WIKA Ubah Status Persero Jadi Non-Persero

Dia menjelaskan, bahwa PP Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan keluar pada pertengahan bulan depan. Setelah itu baru proses inbreng bisa dilakukan.

"Jadi, holding ini direncanakan pertengahan Februari. Seperti Bu Menteri BUMN bilang. Namun lebih cepat akan lebih bagus," tuturnya.

Baca Juga: Wijaya Karya Pede Capai Laba Rp3,01 Triliun

Kenapa WIKA dipilih masuk ke holding perumahan dibandingkan holding infrastruktur? Dia menyebutkan, bahwa holding perumahan membutuhkan WIKA untuk mengembangkan pangsa pasar nantinya.

Sebelumnya, Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah awal penguatan BUMN sektor perumahan yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas.

"Sesuai rencana, WIKA bersama sejumlah BUMN lainnya akan bersinergi dan bergabung dalam Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini