nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UEA Bangun Megaresor Supermewah Senilai Rp70 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 11:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 29 470 2010756 uea-bangun-megaresor-supermewah-senilai-rp70-triliun-8Dx4QxIF7R.jpg Foto: Koran Sindo

DUBAI – Sekitar empat kilometer dari lepas pantai Dubai, terdapat pulau baru yang begitu indah. Terdiri atas enam pulau utama dengan gaya arsi tek campuran kota-kota dan negara-negara Eropa, proyek megaresor supermewah senilai USD5 miliar (Rp70 triliun, kurs Rp14.000/dollar AS) tersebut diklaim dapat menampung hingga 16.000 wisatawan. Seperti dilansir cnn.cm, di benua “Eropa” itu, cahaya matahari selalu bersinar terik, air laut terasa hangat, dan pasir putih terhampar luas di setiap ujung pantainya. Di sana terdapat area mirip Venice, St Petersburg, Swedia, Jerman, hingga Swiss. Melalui penataannya yang rapi, sensasi Eropa terasa begitu sangat kuat.

Baca Juga: Keren, Ini Penampakan Tugu Mandala di Malam Hari

Megaresor yang dikenal sebagai jantung Eropa itu belum rampung sepenuhnya. Sebagian wilayah masih dalam tahap konstruksi. Meski demikian, proyek tersebut menjadi salah satu cerminan ambisi Dubai dalam mengejar cita-cita sebagai tempat tujuan wisata dunia yang menawarkan kemewahan dan kemodernan. Megaresor itu meliputi 300 pulau buatan yang terpisah-pisah berbentuk mirip peta dunia. Pembangunannya memerlukan 34 miliar ton batu besar dan 320 juta meter kubik pasir serta digarap sejak awal 2003. Tempat itu memiliki fasilitas mewah dan diperuntukkan bagi orang-orang kaya dan terkenal.

pantai

Dengan luas area mencapai jutaan meter persegi, proyek itu dapat dilihat dari luar angkasa layaknya pulau lainnya di bumi. Seluruh pembuatan pulau berhasil diselesaikan pada 2008. Namun karena saat itu dunia sedang menghadapi krisis keuangan, beberapa konstruksi dihentikan untuk sementara waktu sampai pulih. Dubai gencar membangun fasilitas baru guna memenuhi target untuk menjadi tuan rumah World Expo 2020. Banyak crane konstruksi yang berdiri tegap di Dubai. John Lyons, kepala sales dan leasing di agen real estate Dubai ESPACE, mengatakan bahwa harga real estate yang jatuh sejak 2014 diperkirakan akan naik pada 2020.

Kleindienst, developer megaresor, juga mencoba menangkap peluang itu. Mereka berencana membangun 13 hotel dan lebih dari 4.000 rumah tapak. Dibangun pula kamar di bawah laut dan jalan ramah lingkungan. Kompleks itu memiliki luas enam juta kaki persegi dan mampu mengakomodasi 16.000 orang. Fase pertama konstruksi meliputi 10 waterfront palace di pulau “Swedia”, 32 vila di pulau “Jerman”, dan 78 rumah mengapung di pulau “St Petersburg”. Satu palace di “Swedia” sudah rampung, sedangkan sisanya baru mencapai 70%. Rancangannya sangat unik. Begitu pun dengan bangunan di “Jerman” dan “St Petersburg”.

Penyerahterimaan properti rencananya dilakukan awal tahun ini. Namun, konstruksinya akan selesai 100% pada 2020. “Kami menargetkan pembeli dari kawasan Timur. Sejauh ini, jumlah unit yang terjual sudah mencapai 85%, sebanyak 70% pembeli juga berasal dari UEA dan negara Teluk,” ungkap Kleindienst. Chairman Kleindienst, Josef Kleindienst, mengatakan megaresor ini dibuat untuk menjadi destinasi stay cation. “Kami ingin tempat seperti ini menjadi tempat libur an bagi warga Dubai dan UEA. Di negaranya sendiri, mereka bisa merasakan sensasi Eropa. Namun, kami juga ingin menarik turis dari negara lain,” katanya.

Seluruh properti di pulau “Swedia” sudah laris terjual, delapan dibeli miliarder dari Timur Tengah, sedangkan dua lainnya oleh miliarder Eropa. Kleindienst menyatakan dua resor di Eropa Utama yang terinspirasi oleh Portofino, Italia, dan Cote d’Azur Prancis, juga akan segera dihuni pada 2019 dan 2020. Kleindienst juga akan membangun tempat hiburan dan atraksi, termasuk tempat diving dan snorkeling dengan menanam 100.000 batu karang per tahun.

Mereka juga membuat rumah terapung dengan posisi kamar berada di bawah laut sehingga pengunjung dapat menyaksikan habitat laut seperti karang dan ikan. Sejauh ini, sebagian besar kepulauan itu masih dalam pengerjaan.

(Muh Shamil)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini