Kota-Kota Bernilai Miliaran Dolar, Ada yang Mirip Wakanda

Mulyani, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 470 2010882 kota-kota-bernilai-miliaran-dolar-ada-yang-mirip-wakanda-pWLC7wZkHO.png Kota Fiktifnya Wakanda Dibangun di Senegal (Foto: Business Insider)

JAKARTA –Teknologi yang dulunya tampak mustahil, kini mulai bermunculan di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan perlahan mengejar visi fiksi ilmiah tersebut.

India, Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) kini mengakomodasi inovasi baru dalam infrastruktur dan memberikan layanan yang lebih efisien kepada penduduk.

Berikut proyek-proyek pembangunan yang dibuat seperti fiksi ilmiah, dilansir dari Business Insider, Rabu (30/1/2019).

Kota Futuristik Senilai USD2 Miliar Terinspirasi dari Wakanda di Black Panther, Senegal

Ketika film superhero Black Panther dirilis pada tahun 2018, kota fiktifnya Wakanda menarik perhatian proyek-proyek pembangunan Afrika yang berfokus pada masa depan.

Kesamaan antara Wakanda dan Kota Danau Diamniadio yang bernilai USD2 miliar di Senegal sangat mencolok. Dengan arsitekturnya yang tajam dan bangunan baja yang berkilauan, kedua kota itu tampaknya telah melompat dari halaman-halaman buku komik.

Baca Juga: Musi Banyuasin Jadi Kota Terbersih

Diamniadio bahkan keliru digunakan dalam materi promosi untuk Akon's Crypto City, sebuah komunitas teoritis yang meniru metropolis Black Panther.

Qatar Membangun Kota USD45 Miliar untuk Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia pada 2022

Rencana untuk Kota Lusail pertama kali muncul pada tahun 2005, tetapi ditunda hingga 2010. Ketika Qatar memenangkan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Kota tersebut akan selesai pada tahun 2020, dan akan menampilkan stadion baru, gedung pencakar langit, villa, dan 22 hotel baru.

Di sana juga akan menerapkan tabung sampah pneumatik yang mengangkut limbah ke satu lokasi. Pada 38 mil persegi, Lusail akan menampung 450.000 orang, hampir 200.000 lebih dari jumlah warga di Qatar.

Namun, Qatar telah dikritik karena praktik perburuhan yang tidak berperikemanusiaan, oleh para pengamat HAM yang disebut dengan perbudakan modern. Sebab, para pekerja di Lusail telah mengeluhkan jam kerja dan pembayarannya yang ditahan.

Megacity di Arab Saudi sedang Mempersiapkan Para Pekerja Robot dan Taksi Drone Senilai USD500

Arab Saudi sedang mengalami ledakan pembangunan besar-besaran, dengan kedatangan sekitar 4.700 proyek konstruksi aktif. Adapun, yang paling mahal dari proyek-proyek ini adalah Neom, sebuah megacity yang menghubungkan ke Afrika melalui jembatan di atas Laut Merah.

Pada akhir Oktober, serangkaian investor terkemuka untuk sementara menarik diri dari proyek tersebut setelah pembunuhan brutal terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, yang kematiannya dikaitkan dengan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Baca Juga: London Ingin Jadi Kota Taman Nasional Pertama di Dunia

Jika dihidupkan kembali, Neom akan memperkenalkan visi utopis tentang pekerja robot dan taksi drone dengan harga curam USD500 miliar.

Malaysia sedang Membangun Teknologi Tinggi Versi Singapura yang Tertutup Pepohonan

Rantai empat pulau Malaysia akan segera menjadi rumah bagi proyek senilai USD100 miliar yang dapat menantang dominasi Singapura di wilayah tersebut. Seperti namanya, Forest City, pengembangan ini menampilkan ciri-ciri khas, bangunan berlapis tanaman yang mengingatkan kita pada hutan kota.

Sementara itu, para pengembang telah dikritik karena janji mereka dinilai terlalu tinggi, dan visi mereka sangat luar biasa. Pada tahun 2040, mereka berharap dapat membangun kota yang cukup pintar untuk menyirami tanaman dan memperbaiki jendela yang pecah segera setelah sebuah insiden.

Distrik Keuangan Arab Saudi akan Membangun Skywalk yang Didinginkan Menggunakan Tenaga Surya

Dengan USD10 miliar, distrik Raja Abdullah bukanlah proyek konstruksi termahal di Arab Saudi, namun ia menawarkan salah satu desain yang paling maju.

Pembangunan 17 juta kaki persegi ini menampilkan monorel, masjid, dan jaringan skywalk yang didinginkan menggunakan tenaga surya. Ini juga termasuk stasiun metro yang dirancang oleh arsitek hebat yaitu almarhum Zaha Hadid.

Meskipun proyek ini terlambat dari jadwal, namun tetap harus diselesaikan tepat waktu untuk KTT G20 pada tahun 2020.

Proyek Pembangunan Kenya Senilai USD12 Miliar Dapat Menjadi Kota Paling Cerdas di Afrika

Istilah kota pintar sering digunakan untuk menggambarkan proyek-proyek pengembangan teknologi tinggi, seperti halnya technopolis di Kenya yang menghabiskan biaya USD12 miliar.

Proyek ini akan selesai pada tahun 2030, di mana proyek tersebutakan dibahas dalam sensor yang mengumpulkan dan berbagi data. Sensor akan membantu kota memantau hal-hal seperti lalu lintas mobil dan membuat penyesuaian pada lampu lalu lintas.

Tujuannya adalah untuk menciptakan jaringan teknologi yang menyinkronkan infrastruktur lokal dengan layanan kota, bisnis, dan aktivitas pejalan kaki.

Gandhinagar di India Telah Memasang Tanda-Tanda Digital yang Mengirimkan Pesan Pemerintah kepada Publik

India sedang berupaya mengubah kota Gandhinagar menjadi kota yang berteknologi tinggi. Selain elemen kota pintar seperti sensor dan kamera pengintai, Gandhinagar juga menyertakan beberapa fitur desain yang tidak lazim.

Kota ini berencana untuk memasang lima tanda digital berbentuk kubus yang menyorot video, termasuk pesan pemerintah dan pembaruan cuaca, di persimpangan lalu lintas utama. Ini juga akan menambahkan sistem PA yang memainkan musik renungan di pagi hari.

Sementara biaya akhir dari proyek ini tidak jelas, perdana menteri India telah menyisihkan USD1 triliun untuk membangun 100 kota pintar pada tahun 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini