JAKARTA –Teknologi yang dulunya tampak mustahil, kini mulai bermunculan di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan perlahan mengejar visi fiksi ilmiah tersebut.
India, Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) kini mengakomodasi inovasi baru dalam infrastruktur dan memberikan layanan yang lebih efisien kepada penduduk.
Berikut proyek-proyek pembangunan yang dibuat seperti fiksi ilmiah, dilansir dari Business Insider, Rabu (30/1/2019).
Kota Futuristik Senilai USD2 Miliar Terinspirasi dari Wakanda di Black Panther, Senegal
Ketika film superhero Black Panther dirilis pada tahun 2018, kota fiktifnya Wakanda menarik perhatian proyek-proyek pembangunan Afrika yang berfokus pada masa depan.
Kesamaan antara Wakanda dan Kota Danau Diamniadio yang bernilai USD2 miliar di Senegal sangat mencolok. Dengan arsitekturnya yang tajam dan bangunan baja yang berkilauan, kedua kota itu tampaknya telah melompat dari halaman-halaman buku komik.
Baca Juga: Musi Banyuasin Jadi Kota Terbersih
Diamniadio bahkan keliru digunakan dalam materi promosi untuk Akon's Crypto City, sebuah komunitas teoritis yang meniru metropolis Black Panther.
Qatar Membangun Kota USD45 Miliar untuk Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia pada 2022
Rencana untuk Kota Lusail pertama kali muncul pada tahun 2005, tetapi ditunda hingga 2010. Ketika Qatar memenangkan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Kota tersebut akan selesai pada tahun 2020, dan akan menampilkan stadion baru, gedung pencakar langit, villa, dan 22 hotel baru.

Di sana juga akan menerapkan tabung sampah pneumatik yang mengangkut limbah ke satu lokasi. Pada 38 mil persegi, Lusail akan menampung 450.000 orang, hampir 200.000 lebih dari jumlah warga di Qatar.
Namun, Qatar telah dikritik karena praktik perburuhan yang tidak berperikemanusiaan, oleh para pengamat HAM yang disebut dengan perbudakan modern. Sebab, para pekerja di Lusail telah mengeluhkan jam kerja dan pembayarannya yang ditahan.
Megacity di Arab Saudi sedang Mempersiapkan Para Pekerja Robot dan Taksi Drone Senilai USD500
Arab Saudi sedang mengalami ledakan pembangunan besar-besaran, dengan kedatangan sekitar 4.700 proyek konstruksi aktif. Adapun, yang paling mahal dari proyek-proyek ini adalah Neom, sebuah megacity yang menghubungkan ke Afrika melalui jembatan di atas Laut Merah.

Pada akhir Oktober, serangkaian investor terkemuka untuk sementara menarik diri dari proyek tersebut setelah pembunuhan brutal terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, yang kematiannya dikaitkan dengan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Baca Juga: London Ingin Jadi Kota Taman Nasional Pertama di Dunia
Jika dihidupkan kembali, Neom akan memperkenalkan visi utopis tentang pekerja robot dan taksi drone dengan harga curam USD500 miliar.