nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI: Neraca Pembayaran Kuartal IV-2018 Surplus USD5 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 14:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 30 20 2011384 gubernur-bi-neraca-pembayaran-kuartal-iv-2018-surplus-usd5-miliar-Uo02hTYAhq.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV 2018 mengalami surplus USD5 miliar. Kondisi ini didorong adanya investasi yang masuk di sepanjang akhir tahun lalu.

"Di kuartal IV (2018) kita alami surplus balance of payment (neraca pembayaran) sebesar USD5 miliar. Kita akan rilis angka ini," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 di Hotel Fairmont, Rabu (30/1/2019).

Adapun berdasarkan data BI, NPI pada kuartal I-III 2018 terus mengalami defisit. Pada kuartal I defisit sebesar USD3,9 miliar, kuartal II sebesar USD4,3 miliar, dan kuartal IV sebesar USD 4,4 miliar.

Baca Juga: BI: Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD4,3 Miliar pada Kuartal II-2018

Dia menjelaskan, transaksi modal dan finansial pada kuartal IV 2018 yang masuk sebesar USD12 miliar, meski demikian defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada kuartal IV 2018 masih mencapai di atas USD8 miliar.

Perry menyatakan, sejak kuartal I-III 2018 memang transaksi berjalan terus mengalami defisit. Di mana pada kuartal I defisit sebesar USD5,6 miliar, kuartal II sebesar USD8 miliar, dan kuartal III sebesar USD8,8 miliar.

Dia menyatakan, kondisi tersebut terjadi karena adanya tekanan dari gejolak ekonomi global. "Karena adanya spill over dari kondisi ekonomi global yang kita alami di sepanjang 2018," katanya.

grafik

Oleh karena itu, kata dia, saat ini BI bersama Pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbaikan dari transaksi berjalan yang defisit juga mengupayakan peningkatan investasi.

Dia optimistis tahun ini, transaksi berjalan akan terus mengalami perbaikan. Hal iti didorong dengan kebijakan Pemerintah untuk peningkatan ekspor, program perluasan biodiesel 20% (B20), peningkatan sektor pariwisata, dan proyek infrastruktur.

"Melalui langkah itu kami perkirakan CAD melambat sebesar 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga tahun ini kami harapkan neraca pembayaran kita menjadi surplus," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini