Neraca Pembayaran Surplus USD10,7 Miliar, Ekonomi RI Semakin Kokoh

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2505914 neraca-pembayaran-surplus-usd10-7-miliar-ekonomi-ri-semakin-kokoh-Mm5CsRoVw9.jpg Neraca Pembayaran Surplus. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga sehingga mampu menopang stabilitas ketahanan eksternal Indonesia hingga triwulan III 2021. NPI surplus sebesar USD10,7 miliar (1,49% terhadap PDB) setelah pada triwulan sebelumnya tercatat defisit USD0,4 miliar (0,68% terhadap PDB).

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, perbaikan kinerja NPI pada triwulan III didorong kinerja transaksi berjalan yang mencatatkan surplus sebesar USD4,47 miliar dan surplus transaksi modal dan finansial sebesar USD6,1 miliar. 

"Surplus transaksi ini menunjukan ketahanan eksternal Indonesia yang cukup kokoh, dan momentum ini masih tetap akan kita pertahankan seiring dengan dengan pemulihan ekonomi ke depannya” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: BI: Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD2,6 Miliar pada 2020

Surplus transaksi berjalan, utamanya didorong oleh adanya peningkatan yang cukup signifikan dari neraca perdagangan barang khususnya kenaikan ekspor barang non-migas, sementara neraca migas masih menunjukkan defisit. Ekspor barang non-migas tercatat tumbuh sebesar 14,7% secara triwulanan (qtq) dan 50,7% tahunan (yoy).

Di tengah penerapan PPKM pada triwulan III 2021, ekspor tetap menunjukkan kinerja yang sangat positif. Peningkatan ekspor di triwulan III 2021 didukung oleh peningkatan kinerja baik di produk bahan bakar/hasil pertambangan dan juga produk manufaktur yang tumbuh masing-masing sebesar 128% (yoy) dan 37.7% (yoy).

"Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh kenaikan permintaan global terutama dari negara mitra utama dagang seperti Tiongkok, India dan AS, serta juga didorong oleh peningkatan harga komoditas," katanya.

Baca Juga: Neraca Pembayaran Indonesia Minus USD0,4 Miliar, Ini Penyebabnya

Untuk terus mendukung perbaikan kinerja ekspor, Pemerintah akan berfokus pada kebijakan untuk memperbaiki efisiensi, meningkatkan daya saing ekonomi, serta meningkatkan nilai tambah produk ekspor komoditas. Penguatan industri nasional juga akan terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung program optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Impor barang juga menunjukan perbaikan meskipun tidak lebih tinggi dari ekspor, sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi domestik dan ekspor yang semakin kuat. Pada periode ini, impor barang tercatat tumbuh secara triwulanan sebesar 2,7% (qtq) dan 43,3% (yoy) secara tahunan. Peningkatan impor barang, juga didorong oleh adanya peningkatan impor barang konsumsi 55,4% (yoy) dan impor bahan baku 49,7% (yoy), dan impor barang modal yang tercatat 17,7% (yoy).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini