nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD4,3 Miliar pada Kuartal II-2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 18:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 10 20 1934831 bi-neraca-pembayaran-indonesia-defisit-usd4-3-miliar-pada-kuartal-ii-2018-QppsnUdZ69.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2018 kembali mengalami defisit. Pada periode ini, defisit neraca pembayaran Indonesia mencapai USD4,3 miliar.

Dengan perkembangan NPI tersebut, posisi cadangan devisa (cadev) pada akhir Juli 2018 sebesar USD119,8 miliar. Lebih rendah dari cadev pada akhir Maret 2018 tercatat sebesar USD126 miliar.

Direktur eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniawati mengatakan, defisit NPI pada kuartal II seiring meningkatnya transaksi berjalan dan masih rendahnya transaksi perdagangan RI.

"NPI defisitnya USD4,3 miliar. Transaksi modal ini belum cukup untuk membiayai defisit neraca transaksi berjalan," ujarnya dalam acara media briefing di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Adapun defisit transaksi berjalan kuartal II-2018 tercatat USD8 miliar atau 3% dari PDB. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada kuartal II-2018 yang hanya sebesar USD5,5 miliar atau 2,2% dari PDB.

"Sepanjang semester I-2018, defisit transaksi berjalan masih berada dalam batas yang aman yaitu 2,6% dari PDB," ucapnya.

Menurut Yati, defisit transaksi berjalan di kuartal II ini sesuai dengan aktivitas ekonomi domestik yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya surplus neraca perdagangan karena tingginya impor tak sebanding dengan angka ekspor.

"Sekali lagi ini defisitnya meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi. Kemarin kalau pengumuman PDB terlihat pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi dan investasi serta dengan beberapa kontribusi utamanya manufaktur," jelasnya.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Sementara transaksi modal dan finansial kuartal II tetap tercatat surplus di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal II tercatat USD4 miliar, angka ini lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan surplus sebesar USD2,4 miliar.

Surplus transaksi modal dan finansial terutama berasal dari aliran masuk investasi langsung asing yang tetap tinggal dan investasi protofolionya, yang juga mencatatkan surplus. Surplus investasi lainnya juga meningkat, terutama didorong penarikan. Simpanan penduduk pada bank di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di dalam negeri.

"Kenaikan simpanan penduduk luar negeri yang digunakan untuk membiayai kebutuhan dalam negeri. Jadi ada peningkatan kebutuhan valas," jelasnya. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini