nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sentra Nasional Panen Raya, Harga Jagung Mulai Turun

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 16:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 30 320 2011472 sentra-nasional-panen-raya-harga-jagung-mulai-turun-vPiBfQ30Z3.jpg Foto: Panen Raya Jagung (Dok Kementan)

JAKARTA - Menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Darmin Nasution tentang fakta panen raya jagung, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir turut angkat bicara.

Winarno Tohir mengatakan, pada Februari-Maret ini di beberapa sentra produksi Jagung seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung tercatat sedang melakukan panen raya.

“Gelaran panen raya di Jawa Timur berada di 7 kabupaten, yaitu Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/1/2019).

Tidak hanya di Jawa Timur, panen raya jagung juga terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Takalar, Jeneponto, Pinrang dan Wajo. Winarno juga menyebutkan petani jagung di daerah Sumatera Utara sudah mulai melakukan panen raya.

Baca Juga: Menko Darmin Buka Rahasia Impor Jagung 150.000 Ton

Panen raya di berbagai wilayah di Indonesia berakibat langsung terhadap harga jagung di tingkat petani. Winarno menerangkan bahwa harga jagung mulai turun dan tergolong bagus. Di Jawa Tengah harga jagung saat ini Rp3.600-3.800 per kilogram untuk bentukan pipilan basah dan Rp4.500-4.800 per kilogram pipilan kering.

Sementara harga jagung yang sampai ke peternak berada di kisaran Rp 5.000-5.200 per kilogram. "Kalau kondisi ini terus berlanjut, potensi pertanaman jagung akan meluas karena menjanjikan untuk para petani," terang Winarno.

Oleh karena itu, Winarno menekankan dalam melihat persoalan jagung, agar tidak berkalkukasi jangka pendek yakni secara harian tidak ada jagung. Sebab, harus dipahami bahwa program jagung selama empat tahun terakhir.

Dikonfirmasi secara terpisah, informasi tentang panen jagung bulan Februari-Maret ini, juga sempat diutarakan oleh Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin. Dia yakin bahwa produksi jagung bulan Februari-Maret bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Terlebih panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.

"Ini saya sedang di Lamongan, dan usia pertanaman jagung sudah mencapai umur 85 hari, sebentar lagi panen raya. Ini fakta di lapangan dan bukan pepesan kosong,” ujarnya.

Baca Juga: Bulog Lelang Impor Jagung 150.000 Ton

Sholahuddin menyampaikan, tercatat areal panen kurang lebih seluas 472 ribu hektare dengan perkiraan produksi 1,9 juta ton. Luas panen terbesar berada di Kabupaten Sumenep, Tuban, Sampang, Jember, Pasuruan dan Lamongan.

Ketua KTNA Provinsi Lampung Kaslan saat dikonfirmasi juga membenarkan potensi panen raya di 2019 jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Insya Allah di tahun 2019 ini meningkat, karena di 2018 kemarin jagung itu bagus (harga dan produksinya), biasanya kalau harganya bagus, petani itu mau tanam terus,” ungkap Kaslan.

Terkait dengan isu impor jagung di tahun 2019, Kaslan menyayangkan hal tersebut jika benar-benar direalisasikan. Hal tersebut sesungguhnya menjadi berita buruk bagi para petani menurut Kaslan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini