nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7.000 Kapal Pencuri Diusir, Presiden: Mestinya Produksi Ikan Tangkap Melimpah

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 08:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 320 2011741 7-000-kapal-pencuri-diusir-presiden-mestinya-produksi-ikan-tangkap-melimpah-3DU89tv85I.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sekarang ini sudah tidak ada lagi atau hampir tidak ada lagi yang namanya illegal fishing, karena sudah sering ia sampaikan bahwa 7.000 kapal kapal asing ilegal yang bertahun-tahun lalu-lalang di laut kita itu sekarang dapat dikatakan sudah tidak ada.

“Pertanyaannya sekarang. Kalau 7.000 kapal itu sudah tidak ada mestinya, ini pikiran saya kan, mestinya ikannya kan melimpah,” kata Presiden Jokowi dilansir dari laman Setkab, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: Jumlah Penangkapan Kapal Pencuri Ikan di RI Turun

Pemerintah, lanjut Presiden, ingin agar sumber daya alam laut kita ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk kita saja tetapi juga untuk anak cucu kita. Sehingga pengaturan-pengaturan dalam penangkapan ikan itu tidak bebas semau-maunya.

“Tetapi kalau kita melihat 2/3 Indonesia adalah air, masa laut segede itu kita masih kekurangan ikan. Ini yang enggak benar yang nangkep atau yang ikannya lari kemana-mana. Pikiran saya seperti itu kadang-kadang. Kebangetan sekali kalau kita kalah negara-negara kanan kiri kita urusan menangkap ikan,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi Berpesan TNI-Polri Jaga Stabilitas Keamanan di Tahun Politik 

Dalam dialog dengan sejumlah nelayan, Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan agar masalah perizinan kapal segera dibenahi. Saat seorang nelayan menyebutkan perlu waktu 22 hari, Presiden Jokowi langsung menukas itu masih lama.

“Saya berikan contoh, izin di BKPM yang dulu bertahun-tahun sekarang kita ubah 2 jam bisa keluar 9 izin. 2 jam keluar 9 izin. 2 jam keluar 9 izin. Zaman kayak gini, zaman artifisial intelligence, zaman internet of things, zaman virtual reality, masa masih berhari-hari. Jam urusannya sekarang harusnya,” tegas Presiden.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini