nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Ini Akan Kinclong di Tahun Politik

Jamilah, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 320 2011972 industri-ini-akan-kinclong-di-tahun-politik-CvPnjLgPDZ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China positif bagi Indonesia. Pasalnya, banyak perusahaan China yang akan merelokasi usahanya untuk dipindahkan ke Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Imam Haryono mengatakan, ada beberapa isu-isu penting yang akan dihadapi industri pada tahun ini. Di antaranya, perang dagang AS dan China, pemilu 2019 dan perjanjian perdagangan Indonesia-Efta Comprehensive Economic Partnertship Agreement (IE-CEPA).

Baca Juga: Era Pemerintahan Jokowi, Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 4,7%

Untuk, perang dagang AS-China akhirnya disepakati moratorium selama 90 hari terhitung akhir Desember 2018. Hal ini pun dinilai menguntungkan bagi perindustrian Indonesia.

"Adanya perang dagang ini, Indonesia diuntungkan dengan peristiwa tersebut. Dengan rencana relokasi perusahaan China ke Indonesia supaya menghindari peningkatan tarif yang sangat signifikan," ujarnya, di Kemenperin, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: Menperin: Perang Dagang Buka Peluang Industri di Indonesia

Selain perang dagang, pesta demokrasi yang sebentar lagi dilaksanakan juga memberi pengaruh pada industri dalam negeri. Tercatat dinamika manufacture Purcashing Manager's Index (PMI) pada 2018 sedikit diangka 50, ini menunjukan adanya ekpansi. Tren ekspansi ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2019.

"Belajar dari pengalaman Pemilu 2014, Pemilu pada tahun 2019 akan berdampak pada subsektor industri akan meningkat misal industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit dan alas kaki," ujarnya.

Apalagi dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2019, industri non migas diproyeksikan tumbuh sebesar 5,57% dengan sektor industri yang diproyeksikan tumbuh tinggi antara lain subsektor makanan-minuman sebesar 9,86%.

“Lalu untuk pertumbuhan sektor manufaktur pada periode 2020-2024 diproyeksikan pada rentan angka 5,4%-7,5%,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini