Harga Bawang Merah Terkendali Jelang Panen Raya

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 320 2012001 harga-bawang-merah-terkendali-jelang-panen-raya-zMu55bMVxK.jpg Panen Bawang Merah (Foto: Kementan)

JAKARTA - Harga bawang merah di tingkat petani Brebes terpantau normal, menjelang panen raya awal bulan Februari 2019 . Komoditas bawang merah di kisaran rata-rata Rp11.810 untuk rogol basah dan Rp15.143 untuk rogol kering.

Stabilnya harga bawang merah juga dirasakan petani di lokasi sentra bawang merah di Brebes seperti wilayah Kecamatan Wanasari, Brebes, Bulakamba, Larangan, Ketanggungan, Losari setidaknya sejak akhir tahun 2018 lalu sampai dengan Januari 2019 ini. Jika dibandingkan dengan posisi harga pada 2018, terlihat trend yang stabil tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi ataupun harga yang jatuh di bawah Break Event Point (BEP) bawang merah Rp11.036.

Baca Juga: Sentra Produksi Bawang Merah Diperluas ke Luar Jawa

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Yasid Taufik menyampaikan, dari hasil pemantauan harga harian oleh Posko Bawang dan Cabai Ditjen Hortikultura, menunjukan harga bawang merah tingkat produsen periode awal Januari 2019 terpantau stabil jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Rerata harga bawang merah Rp17.039 hampir sama dengan periode tahun 2018 lalu,” ujar Yasid, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut Yasid menyebut bahwa trend 2 bulan ke depan menjelang panen raya bawang merah bulan Februari sampai dengan Maret 2019, harga bawang merah di tingkat produsen atau petani cenderung stabil.

Baca Juga: Banyak Importir Abal-Abal yang Tidak Menanam 5% Bibit Bawang Putih di Dalam Negeri

“Memasuki awal bulan Februari sampai dengan Maret 2019 beberapa sentra bawang merah di Indonesia seperti Brebes akan memasuki masa panen raya, namun petani tidak perlu khawatir, diprediksi harga akan stabil pada kisaran Rp7.000 – Rp12.000. Kalaupun ada penurunan diprediksi hanya berlangsung sebentar saja,” kata Yasid.

10 Langkah Jaga Sabilitas Pasokan dan Harga

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Jenderal Hortikultur Suwandi kembali menegaskan pentingnya penerapan 10 jurus jitu untuk menjaga stabilnya pasokan dan harga. Pertama, Gunakan benih unggul sehingga produksi dan provitas naik. Kedua, ikuti anjuran pola tanam antar waktu dan antar wilayah sesuai manajemen tanam para champion.

Ketiga, pupuk organik dibuat sendiri dan ramah lingkungan sehingga efiisen biaya, perbaiki kualitas tanah dan hasil bagus. Keempat, Pestisida hayati dibuat sendiri ramah lingkungan sehingga efisien biaya dan hasil bagus.

Jurus kelima, cara pasca panen yang baik sehinga terpenuhi grade kualitas supermarket dan grade kualitas biasa/pasar tradisional. Keenam, hilirisasi olahan skala rumah tangga dan usaha kecil. Ketujuh, Bangun kemitraan dengan industri olahan dan pasar.

Kedelapan, Membentuk koperasi sehingga terkoordinir pasokan input, teknologi seragam dan hasil pasarnya bersama sama. Kesembilan, Membentuk pasar lelang di level farmgate sehingga petani memperoleh harga tertinggi, cash and carry dan tercipta one region one product bersama champion. Kesepuluh, tingkatkan kualitas produk untuk supermarket dan ekspor segar dan olahan.

Menurut Suwandi, 10 jurus tersebut kalau bisa dipahami dan dilaksanakan, dampaknya akan sangat terasa. “Percayalah, pemerintah akan selalu hadir dalam kondisi apapun, saat harga turun sekalipun. Saya berharap jadi petani jangan hanya menuntut harga tinggi, tapi harus melaksanakan 10 jurus tadi,” tegasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini