JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melanjutkan program jembatan udara sebagai program prioritas 2019. Program ini dijalankan berdasarkan koordinator wilayah (korwil).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, terdapat lima korwil yang meliputi wilayah Papua, Sulawesi Selatan, serta Kalimantan.
“Kalau tahun lalu ada lima korwil, tahun ini kita tambah satu korwil, yakni Korwil Tanah Merah. Lima korwil lainnya Korwil Timika, Wamena, Dekai, Masamba, serta Tarakan,” ujar Polana di Jakarta.
Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong
Polana optimistis program ini bisa kembali sukses sehingga mampu menurunkan disparitas harga dan memberikan dampak terhadap turunnya harga lima bahan pokok.
“Program yang dilaksanakan sejak 2017 ini mampu menurunkan di sparitas harga di daerah. Bahkan memberi dampak signifikan pada turunnya lima harga bahan pokok dengan persentase 57,21%,” ujarnya.
Pihaknya akan memperluas cakupan wilayah ke daerah-daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lain. “Kita akan fokus menjangkau wilayah tertinggal dan terluar. Selama moda transportasinya bisa terintegrasi tentu akan lebih baik,” katanya.