Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, program jembatan udara harus dipertegas dengan memadukan integrasi moda di daerah. Menurut dia program ini akan mubazir jika pemanfaatannya salah sasaran. “Makanya, jangan sampai salah sasaran, tujuannya untuk disparitas, tapi pemanfaatannya untuk kepentingan lain. Makanya, dibutuhkan juga pengawasan. Terutama keterkaitan dengan moda lain,” ujar nya.
Baca Juga: Nih, Progres Integrasi Tol Laut dan Jembatan Udara
Dia menambahkan, dengan lebih dari seratus rute perintis hendaknya bisa dibarengi kemajuan atau pertumbuhan ekonomi daerah terluar. “Ini pengawasannya harus ketat, jangan melibatkan pemerintah daerah setempat saja. Yang paling perlu adalah masyarakatnya,” kata dia.
Kemenhub juga akan meningkatkan kapasitas landasan udara sebanyak sembilan serta mengembangkan terminal di 29 lokasi. Termasuk melanjutkan pembangunan lima bandara baru, yaitu Bandara Siau, Bandara Tambelan, Bandara Muara Teweh, Bandara Buntu Kunik, dan Bandara Pantar. (Ichsan Amin)
(Dani Jumadil Akhir)