nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ayo Segera Laporkan Jika Ada Fintech Nakal!

Mulyani, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013580 ayo-segera-laporkan-jika-ada-fintech-nakal-X7hQkNE1k7.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang keuangan seperti lahirnya financial technology (fintech) dalam memberikan layanan pinjaman online.

Namun pesatnya perkembangan fintech, membuat masalah baru pun muncul.M ulai dari keluhan masyarakat mengenai bunga atau masalah penagihan.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan, dalam melindungi pelanggan pendanaan online, asosiasi telah menyediakan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online yang dapat di akses melalui call center maupun email.

"Diharapkan dengan upaya-upaya ini, dapat memberi perlindungan kepada nasabah maupun fintech," ujarnya di Kantor AFPI Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Bermasalah dengan Fintech Nakal, Laporkan ke Sini

Apabila ada pengaduan mengenai Fintech yang telah terdaftar di OJK, asosiasi akan menindak secara tegas dan memberikan sanksi kepada perusahaan. Namun, jika pengaduan tersebut mengenai fintech ilegal, asosiasi tetap menampung dan menyerahkan kasusnya kepada OJK atau Bareskrim.

"Untuk itu masyarakat diimbau untuk berhati-hati kepada fintech ilegal," katanya.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 99 perusahaan fintech yang telah terdaftar dan telah melakukan layanan lebih dari 9 juta transaksi pada lebih dari 3 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Asosiasi Belum Terima Data Resmi LBH Jakarta soal Fintech Nakal

Masyarakat yang diberi pendanaan mayoritas mereka yang belum dapat mengakses layanan keuangan seperti bank, multifinance, yang berasal dari pekerja, petani, nelayan, pengrajin, UMKM, pelaku usaha mikro kelompok wanita, mahasiswa dan milenial.

Adapun fintech pendanaan yang terdaftar di OJK telah melayani pendanaan online hingga mencapai Rp22 triliun pada 2018.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini