nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Korban Fintech Ilegal Disuruh Jual Ginjal

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 18:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013731 ada-korban-fintech-ilegal-disuruh-jual-ginjal-H32IdTVwyY.jpg Lembaga Bantuan Hukum (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta terus menerima banyak pengaduan korban pinjaman online, atau fintech Peer to Peer (P2P) Lending (Pendanaan Online) yang ilegal.

Pengacara Publik LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora mengatakan bahwa banyak fintech khususnya yang ilegal yang melakukan pelanggaran. Seperti bunga yang sangat tinggi hingga tanpa batasan.

Baca Juga: Debt Collector Pinjaman Online Wajib Punya Sertifikat

"Jadi, ada salah satu korban fintech ilegal yang mengadu ke kami (LBH) itu yang disuruh jual ginjal," ujarnya di Gedung LBH Jakarta, Senin (4/2/2019).

Dia menuturkan, bahwa banyak jenis pelanggaran yang dilakukan fintech ilegal. Seperti ada penagihan yang tidak hanya dilakukan kepada peminjam atau kontak darurat, penyebaran foto.

"Dan informasi pinjaman ke kontak yang ada di gawai peminjam, hingga ancaman, fitnah dan pelecehan seksual kepada perempuan," ungkapnya.

Baca Juga: Ayo Segera Laporkan Jika Ada Fintech Nakal!

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai perlindungan konsumen pada pendanaan online sebagai hal yang sangat serius, sehingga perlu mendapat informasi-informasi secara langsung dari pihak-pihak terkait secara transparan dan lugas.

"Asosiasi juga perlu tahu data-data pelanggaran yang diadukan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk dapat mengambil tindakan administratif secara tegas apabila terjadi pelanggaran," ujar Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko di kantor AFPI Jakarta.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini