nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Debt Collector Pinjaman Online Wajib Punya Sertifikat

Mulyani, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 15:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013591 debt-collector-pinjaman-online-wajib-punya-sertifikat-2hiPCM8mEz.jpg Fintech (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyiapkan sertifikasi bagi perusahaan Fintech yang tergabung dalam asosiasi. Hal ini dilakukan karena maraknya pelanggaran perusahaan Fintech yang tidak tahu cara berbisnis yang baik bagi nasabah pinjaman online.

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan, dalam waktu dekat ini yakni pada Februari akan dilakukan training untuk sertifikasi penagihan utang. Sertifikasi tersebut dibuat untuk penagih utang, dan conduct of doing bussiness yakni pemegang saham, direksi, dan yang lainnya.

"Adanya sertifikasi ini untuk memberikan pelatihan penagihan utang yang benar bagi para nasabah peminjam online," ujarnya di Kantor AFPI Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Ayo Segera Laporkan Jika Ada Fintech Nakal!

Selanjutnya, ia menjelaskan, dalam sertifikasi ini akan ada aturan yang mengatur pelanggaran penyalahgunaan data nasabah dan juga kewajiban melaporkan prosedur penagihan.

Menurutnya, sertifikasi ini dibuat untuk menegaskan komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab, untuk melindungi nasabah maupun penyelenggara.

Sementara itu, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatakan, dalam melindungi pelanggan pendanaan online, asosiasi telah menyediakan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online yang dapat di akses melalui call center maupun email.

fintech

"Diharapkan dengan upaya-upaya ini, dapat memberi perlindungan kepada nasabah maupun Fintech," ujarnya di Kantor AFPI Jakarta, Senin (4/2/2019).

Apabila ada pengaduan mengenai Fintech yang telah terdaftar di OJK, asosiasi akan menindak secara tegas dan memberikan sanksi kepada perusahaan. Namun, jika pengaduan tersebut mengenai fintech ilegal, asosiasi tetap menampung dan menyerahkan kasusnya kepada OJK atau Bareskrim.

"Untuk itu masyarakat diimbau untuk berhati-hati kepada Fintech ilegal," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini