Selain itu, guna meningkatkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) serta pengawasan manajemen keuangan, perusahaan juga berencana mengangkat komisaris independen yang kompeten dan berpengalaman di bidang keuangan dan perbankan."Persiapan kita engage beberapa partner. Tahun ini ada beberapa langkah strategic yang akan bawa kami masuk gerbangnya. Mudah-mudahan (IPO) bisa tahun ini," ungkapnya.

Asal tahu saja, Riscon Realty telah menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI-JP) seri berkelanjutan seri ke dua dengan target raihan dana sebesar Rp500 miliar. Hingga saat ini, dana yang berhasil sudah dihimpun sebesar Rp430 miliar. Dalam penerbitan SBIJP tersebut Riscon menggandeng Ascort Asia Group sebagai konsultan independen serta BRI sebagai Agen Pembayaran sekaligus sebagai Agen Pemegang Jaminan dan Agen Pemantau.
Dalam penerbitan SBI-JP Seri-2 ini, Riscon Realty akan menyerahkan tambahan jaminan berupa tanah dan bangunan di kawasan Grand Riscon Padjadjaran, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, di samping kawasan Grand Riscon Rancaekek, Bandung Timur, yang telah dijadikan jaminan atas penerbitan SBI-JP Seri-1.
Perusahaan menyatakan bahwa dana yang diperoleh masih akan diprioritaskan untuk penyelesaian beberapa proyek rumah sederhana sehat hasil kerja sama Riscon dan Bank Tabungan Negara (BTN) di wilayah Jawa Barat. Terutama untuk percepatan pembangunan unit serta akuisisi land bank dan atau proyek properti berjalan. Per Desember 2018, land bank Riscon Realty senilai Rp2,5 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.