nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPN Akui Ada Pelanggaran Tata Ruang di Lokasi Tsunami Selat Sunda

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 21:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 06 470 2014582 bpn-akui-ada-pelanggaran-tata-ruang-di-lokasi-tsunami-selat-sunda-tj3WjcXZth.jpg Tsunami Banten (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan adanya pelanggaran tata ruang di wilayah terjadinya Tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. Indikasi pelanggaran itu adanya rumah-rumah warga yang dibangun sangat dekat dengan bibir pantai.

Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfatan Ruang dan Pengendalian Tanah Kementerian Agraria Budi Situmorang mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan, dan mereka mengakui ada yang tak punya izin mendirikan bangunan alias IMB.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Rencana Detail Tata Ruang Diperbaiki

"Kita melakukan penegakan hukum di sana, ada dua kemungkinan, dibangun tanpa izin atau dibangun izinnya ada, nabrak RTRW, biasalah, viewnya yang enak kan ke pantai," ujarnya di Hotel Sharing-La Jakarta, Rabu (6/2/2019).

(Foto: Susi Air)

Dia menjelaskan, pihaknya akan membuat teguran kepada Pemkab Banten maupun Lampung. "Memang kita akan bikin surat teguran, sekaligus kita buat plang, bisa himbauan atau larangan langsung, kalau dia ga ikut lagi baru kita sanksi pidana," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur DKI Benahi Tata Ruang Jakarta

Dia menuturkan, Kementerian ATR/BPN akan mencari opsi relokasi dan masih mencari tanah yang jauh sekitar 1-2 kilometer (Km) dari pinggir pantai. Di mana lahannya sekitar 4 hektare, paling maksimal 10 hektare, sedangakan di Lampung Selatan masih dicari.

"Nah kita masih cari oleh Kanwil, Gubernur Banten sudah punya uang untuk relokasi," ungkapnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini