nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bergerak Liar, BEI Awasi Saham Marga Abhinaya Abadi

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 12:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 07 278 2014786 bergerak-liar-bei-awasi-saham-marga-abhinaya-abadi-DB31bEnM33.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Perdagangan saham PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menyusul keputusan BEI yang memasukkan saham MABA ke daftar unusual market activity (UMA).

Mengutip keterbukaan BEI, Jakarta, Kamis, (7/2/2019), hal ini terjadi akibat saham MABA telah mengalami penurunan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan.

 Baca Juga: Pergerakan Tak Wajar, BEI Awasi Saham Siwani Makmur

Harga saham MABA bergerak melemah signifikan dari Rp196 per saham pada 7 Januari 2019 menjadi Rp76 per saham pada 7 Februari 2019. artinya, saham ini telah mengalami penurunan sebesar 61,2%. Meskipun saham MABA pada perdagangan sesi I naik 6 poin atau 8,57%.

Terpantau, pelemahan ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Pada 7 November 2018 berada di level Rp400 per saham dan pada 7 Desember 2018 berada di level Rp318 per saham. Jika dibandingkan dengan tiga bulan lalu, maka harga saham MABA telah mengalami penurunan sebesar 81%.

Informasi terakhir mengenai emiten adalah informasi tanggal 16 Januari 2019 yang dipublikasikan melalui pengumuman bursa terkait penyampaian bukti iklan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca Juga: Anjlok hingga 70,1%, BEI Pantau Pergerakan Saham Cottonindo Ariesta

Sehubungan terjadi UMA, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelangaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini