nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Emas Babel Rusak, Ratusan Kontainer Tertahan 4 Hari

Arsan Mailanto, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 20:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 07 320 2015029 jembatan-emas-babel-rusak-ratusan-kontainer-tertahan-4-hari-0OXuqhJQlJ.jpg Jembatan Emas (Foto: Okezone)

PANGKALPINANG - Ratusan kontainer milik PT Bangka Jaya Line (BJL) tertahan di gudang di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Kontaneir tersebut tak bisa keluar lantaran ikon Jembatan Emas Babel dalam keadaan tertutup diduga mengalami kerusakan.

Kepala Cabang PT Bangka Jaya Line Eko Supriyadi mengatakan bahwa ada ratusan kontainer milik perusahaan mereka yang mau berangkat menuju Jakarta pada hari ini.

"Lihat saja ada seratus lebih kontainer kita tertahan tidak bisa keluar. Bagaimana mau keluar jembatan katanya rusak. Sudah empat hari kok masih belum beres juga," ujarnya kepada awak media di Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Jembatan Leta Ora Ralan Permudah Mobilisasi Barang dan Jasa di Maluku Tenggara Barat

Dia menyatakan jika dipaksakan kontainer untuk keluar, maka otomatis kapal akan tersangkut di badan jembatan.

"Kami harap Pemprov untuk cepat bertindak, karena kami sangat dirugikan dalam hal ini. Apalagi pihak perusahaan sudah tangan kontrak dengan pihak lain, mereka tau nya hari ini kontainer kami harus sampai Jakarta," keluh Eko.

Jembatan Emas merupakan ikon Provinsi Bangka Belitung, sebuah jembatan dengan sistem buka tutup dan membentang persis di atas perairan Pangkalbalam, Pangkalpinang. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses keluar masuknya kapal di Pelabuhan Pangkalbalam.

Jika kapal-kapal besar hendak melintas, maka jembatan dalam keadaan terbuka. Namun, sejak empat hari lalu jembatan masih dalam keadaan tertutup, akibat terjadi trouble pada sistem. Sehingga kapal dengan bobot yang besar dan menjulang tinggi tidak bisa melintas.

Baca Juga: Sri Mulyani: Jembatan Leta Oar Ralan Tingkatkan Akses Perekonomian

"Sebetulnya jauh hari kita memang sudah menolak dibangunnya jembatan ini, karena berada di jalur utama masuk pelabuhan. Tapi kembali lagi, buatan manusia pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Ternyata apa yang kita khawatirkan terjadi," ungkap Eko.

Atas insiden tersebut menurutnya, pihak perusahaan dan laju perekonomian di Babel dirugikan.

"Iya, kalau saat ini mungkin hanya kami yang dirugikan, tapi kalau dibiarkan berlama-lama akan berdampak pada perekonomian warga. Karena di sinilah jalur keluar masuk bahan kebutuhan pokok dan lainnya di Pulau Bangka," tukas Kepala Cabang PT BJL itu.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini