Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Strategi Bisnis Pengembangan SDM

Jamilah , Jurnalis-Jum'at, 08 Februari 2019 |08:37 WIB
Intip Strategi Bisnis Pengembangan SDM
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah pada tahun ini fokus pada pengembangan investasi sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting dilakukan di tengah persaingan ketat dan dalam menghadapi era industri 4.0.

Tak tanggung-tanggung, anggaran investasi SDM yang disiapkan sekira Rp660 triliun. Selain pemerintah, pihak swasta juga terlibat dalam pengembangan SDM agar memenangkan kompetisi.

Untuk itu, setiap pelaku bisnis harus mulai jeli memasang insting bisnisnya agar bisa menyalip pemain lain di tengah kenormalan baru yang bakal lahir.

 Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran Investasi SDM Lebih Rp660 Triliun

Strategi baru dibutuhkan karena Indonesia menghadapi era Riding New Normal di mana dua ekonomi baru mulai berkembang, yakni digital economy dan leisure economy, yang menghasilkan dunia baru dengan jutaan peluang pasar dan bisnis baru.

"Buka mata lebar lebar, cari tahu apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan dan keinginan karyawan dan gunakan hati, untuk mendekati mereka. Sekali Anda dapat menemukan kebutuhan keinginan dan benar dalam mendekati mereka, produktivitas karyawan akan melejit dan mampu menghasilkan hal-hal besar," ujar Inspirator Sukses Mulia dari Kubik Leadership Jamil Azzaini di Jakarta, Jumat (8/2019).

Menurutnya, perbedaan generasi adalah anugerah dan disikapi dengan positif karena masing masing mempunyai kelebihan. Untuk itu, menghadirkan inovasi perlu dipertajam dalam meningkatkan kepemimpinan bisnis

"Teruslah untuk tumbuh dan membuka wawasan seluas luasnya agar mendapatkan keuntungan dari perubahan yang tengah terjadi," ujarnya.

 Baca Juga: Jokowi Akan Fokus Bangun Kualitas SDM Secara Besar-besaran

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz  mengatakan BPJS harus menyediakan jaminan sosial terbaik untuk Indonesia. Perusahaan yang memiliki 5000 SDM dan tersebar di seluruh Indonesia ini pun harus mentransformasi karyawannya baik secara mentality yaitu berintegritas tinggi dan secara kemampuan menjadi global people.

Pria yang telah berkarir lebih dari 25 tahun di bidang Sumber Daya Manusia/Human Capital membeberkan strateginya melakukan gaya kepemimpinan yang santai namun mengena.

“Kebetulan komposisi karyawan BPJS lebih banyak gen Y, hampir 70% dengan karakteristik milineals, lebih tanggap pada teknologi, lebih ekspresif dan lebih ingin instant. 30% merupakan gen baby boomer dan X yang memiliki keterampilan teknis cukup mumpuni dan loyal pada perusahaan. Dengan memperbanyak diskusi, sering melakukan employee gathering, terlibat langsung di kegiatan informal yang disukai karyawan, akhirnya meleburkan perbedaan, bahkan mampu mensinergikan kekuatan masing masing gen," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement