nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 320 2015291 apa-kabar-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-CTw6hteJ68.jpg Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Antara)

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk buka suara terkait target pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di 2019. Perseroan menargetkan progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa mencapai 55%.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, target 55% menyangkut seluruh pekerjaan. Dari mulai konstruksi hingga pembebasan lahan bisa mencapai angka itu di tahun ini.

"Target progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung di 2019, 55%," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Adapun urutan pengerjaannya sendiri lanjut Tumiyana, akan menyelesaikan track untuk rel keretanya terlebih dahulu. Sebagai awal pertama akan memasang pondasi untuk kemudian memasang dudukan rel dan juga pembuatan tunelnya.

"Ya track, semua. Tunnel, baru track. Urutannya, kita kerja mulai pondasi, habis itu dudukan rel, rel lewat terowongan. Terowongannya rampung rel masuk. Jadi semua dikejar," katanya.

Sebagai informasi sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) membeberkan progres terkini pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini progres pembebasan lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 85%.

Baca Juga: BPN: Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Maret

Sementara itu dari sisi konstruksi, pembanguan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola kereta cepat Bandung-Jakarta, baru saja mendatangkan tunnel boring machine (TBM) atau alat bor raksasa dari China.

Alat yang dikirim dari Zhang - huabang Wharf, Shanghai, China dengan kapal Phoenix Pine melalui Tanjung Priok itu, kini telah berada di lokasi tunnel #1 Halim Km 3+600, Jakarta. Selanjutnya, alat tersebut akan dioperasikan Maret mendatang untuk membuat dua jalur terowongan kereta cepat.

Alat bor raksasa TBM akan beroperasi dengan metode shield tunneling di daerah Halim dengan target pengerjaan terowongan sepanjang 1.885 meter. Titik ini merupakan satu dari 22 titik penting pengerjaan konstruk si kereta cepat Bandung- Jakarta yang menelan investasi total sekitar USD6,07 miliar itu.

Metode shield tunneling digunakan karena daerah ini merupakan titik kritis yang bertepatan dengan jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin. Kawasan ini merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuki Babak Baru

Pengoperasian alat bor berbobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 m dan panjang mencapai 105 meter ini, diyakini tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta-Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan shield tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode drill, blasting, atau metode lainnya.

Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah yang pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada di atasnya. Selain itu, TBM juga di gunakan pada titik ini karena sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini