nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Fintech Ilegal: Ada yang Disuruh Jual Ginjal!

Senin 11 Februari 2019 08:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 320 2015454 fakta-fakta-fintech-ilegal-ada-yang-disuruh-jual-ginjal-A0zUhm1Yb2.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang keuangan seperti lahirnya Financial Technology (Fintech) dalam memberikan layanan pinjaman online.

Namun pesatnya perkembangan fintech, membuat masalah baru pun muncul. Mulai dari keluhan masyarakat mengenai bunga atau masalah penagihan.

Berikut fakta-fakta yang telah dirangkum Okezone mengenai fintech ilegal, Senin, (11/2/2019)

1. LBH Terima 3.000 Aduan Fintech Ilegal

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah menerima 3.000 aduan konsumen yang telah menjadi korban pinjaman online atau perusahaan Financial Technologi (Fintech).

Pengacara publik LBH jakarta jeanny sirait mengatakan, setiap hari LBH selalu menerima aduan dari korban pinjaman online. Sampai saat ini sudah 3.000 aduan.

2. Asosiasi Tunggu data Laporan LBH

Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) meminta Lembaga Badan Hukum (LBH) Jakarta memberi data pelanggaran penyelenggara fintech pendanaan online yang dilaporkan ke LBH. Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan, hal ini belum dapat dituntaskan sebab hingga saat ini asosiasi belum memperoleh data-data pendukung dari LBH.

Baca Juga: Korban Pinjaman Online Disuruh Jual Ginjal, Asosiasi: Itu Tidak Manusiawi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah meminta data-data mengenai pelanggaran tersebut kepada LBH Jakarta, namun hingga saat ini OJK belum mendapatkan data-data tersebut.

3. Ciri Fintech Ilegal

Staf Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology Bintang Prabowo mengatakan ciri-ciri fintech ilegal itu ada beberapa macam. Pertama, kantor dan pengelola tidak jelas dan sengaja disamarkan keberadaannya.

Baca Juga: LBH Terima 3.000 Aduan Terkait Fintech

Kedua, syarat dan proses pinjaman sangat mudah. Tiga, menyalin seluruh data nomer telepon dan foto-foto dari handphone calon peminjam. Keempat, tingkat bunga dan denda sangat tinggi dan diakumulasi setiap hari tanpa batas. Kelima melakukan penagihan online dengan cara intimidasi.

4. Koban Fintech Disuruh Jual Ginjal

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai adanya aduan korban yang disuruh jual ginjal untuk melunasi utangnya pada fintech ilegal merupakantindakan yang tidak manusiawi.

“Bila bukti benar pengaduan tersebut, saya berani mengatakan bila cara penagihan semacam itu sangat tidak manusiawi dan tidak dibenarkan dari sudut manapun,”ujar ketua bidang Institusional dan Humas Tumber Pardede AFPI, saat dihubungi Okezone.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini