JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 sebesar 5,17%. Angka tersebut sebenarnya jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4%.
Berikut sederet fakta mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (9/2/2019).
1. Presiden Jokowi Syukuri Pertumbuhan Ekonomi 2018
Presiden Joko Widodo mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi dan inflasi selama 2018 yang tercatat mencapai 5,17% dan inflasi 3,13%, patut disyukuri.
"Ya patut kita syukuri Alhamdulillah, 5,17% itu sebuah angka yang baik kalau dibandingkan negara-negara lain," kata Presiden Jokowi dilansir dari Antaranews, Kamis (7/2/2019).
2. Meski di Bawah Target, Perekonomian Indonesia Terbaik di G20
Presiden Jokowi menyebutkan dibandingkan dengan negara negara G20, Indonesia termasuk tinggi. Menurut dia, Indonesia sudah masuk ke dalam Grup G20 yang PDB lebih dari satu triliun dolar AS.
Baca Juga: Bappenas: Indonesia Sulit Capai Pertumbuhan Tinggi Tanpa Industrialisasi
"Kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas lima%, inflasinya 3,13%, harus disyukuri karena ekonomi dunia juga masih pada posisi yang tidak baik yang tidak menguntungkan kita," katanya.
3. Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tertinggi sejak 2014
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17% atau tertinggi sejak 2014. Namun, BPS juga mencatat pada 2018 pertumbuhan impor melewati kinerja ekspor.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/2) Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17% merupakan pencapaian yang baik di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global.
4. Progres Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi periode 2014-2018
Pada 2014, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 5,01%, kemudian melambat ke 4,88% pada 2015. Selanjutnya, ekonomi Indonesia naik kembali ke 5,03% pada 2016 dan merangkak lebih baik menjadi 5,07% pada 2017.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Bisa 7% kalau Pemerintah Dorong Investasi
"Kita perlu melihat tekanan-tekanan yang timbul dan tidak bisa diduga seperti dari eksternal. Memang pertumbuhan tahun ini tidak seperti target di rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)," ujar dia.
Pada APBN 2018, Indonesia mencanangkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%.
5. Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2018 terutama didorong permintaan domestik. Peran permintaan domestik yang besar banyak dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga meningkat dari 5,00% (yoy) pada triwulan III 2018 menjadi 5,08% (yoy) pada triwulan IV 2018. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh pendapatan masyarakat yang membaik, inflasi yang terkendali, dan tingkat keyakinan konsumen yang naik.
6. Target Bank Indonesia untuk Perekonomian Indonesia pada 2019
Ke depan, Bank Indonesia senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi yang diyakini menjadi dasar dalam menopang kesinambungan pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah sehingga turut menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2019 berada pada kisaran 5,0-5,4%.
7. Presiden Jokowi Yakin Ekonomi 2019 Lebih Tinggi
Presiden berharap pertumbuhan ekonomi pada 2019 lebih tinggi dari 2018 dengan pendorong dari dua hal yaitu terkait ekspor dan investasi.
"Kita terus mendorong ekspor sebanyak-banyaknya sekaligus mengurangi impor, juga mendorong adanya barang-barang substitusi impor dengan diproduksi di dalam negeri, sementara terkait investasi, kita terus memperbaiki dan menyederhanakan perizinan-perizinan yang ada di pusat maupun di daerah," kata Presiden.
(Feby Novalius)