Pembangunan Bandara Bali Utara Lebih Menarik di Laut

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 20:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 09 320 2015765 pembangunan-bandara-bali-utara-lebih-menarik-di-laut-8WsPq0BpQq.jpeg Lokasi Bandara Bali Utara (Foto: Kemenhub)

BULELENG - Wacana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) di Kabupaten Buleleng hingga kini masih berpolemik.

PT BIBU selaku investor yang akan membangun bandara itu menyebutkan, selama ini pihaknya telah berupaya maksimal baik di tingkat pusat maupun daera agar penentuan lokasi (penlok) Bandara Buleleng di laut segera dikeluarkan.

Namun, usulan itu sia-sia karena tak mendapat respons positif dari pemerintah.

“Kita sudah sangat lengkap secara administrasi, tetapi semuanya tidak digubris,” ujar Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/2/2019).

Baca Juga: Akomodir 1 Juta Penumpang/Tahun, Bandara Silangit Diperluas 5 Kali Lipat

Sementara itu, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia menilai, Bandara Buleleng idealnya dibangun di laut, bukan di area perbukitan.

Sebab kata dia, jika bandara dibangun di area perbukitan, maka akan sangat rawan terhadap keselamatan penerbangan.

Sebaliknya, jika dibangun di laut, akan memancarkan daya tarik luar biasa bagi wisatawan. Sebagai kawasan wisata, Bandara Buleleng yang dibangun di laut akan jauh lebih menarik dibanding di darat.

"Ini dari segi daya tarik, tetapi dari segi kenyamanan penerbangan, Buleleng merupakan daerah berbukit-bukit, kawasan seperti ini sangat berbahaya bagi penerbangan," kata Ida Bagus.

Ida sebagai mantan penerbang mengaku tahu betul risiko yang ditimbulkan manakala sebuah bandara dibangun di tempat yang tinggi seperti perbukitan.

"Saya sebagai mantan penerbang tahu bandara yang bagus untuk didarati dan mana tidak. Bandara yang memiliki bukit sangat berisiko, khususnya pada saat pendaratan," tuturnya.

Sebagai putra Bali yang memiliki keahlian dalam kebandaraan mengaku kecewa lantaran sama sekali tidak dimintai pertimbangan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan bandara di Kubutamaban ini.

Baca Juga: Bakal Ada 4 Bandara Baru yang Beroperasi Tahun Ini

Dia sangat keberatan jika pembangunan bandara di daerah itu harus menggusur situs-situs bersejarah dan pura yang ada di sekitarnya.

Semestinya gubernur kata dia, menjadikan semua ini sebagai pertimbangan yang sangat penting.

"Saya dengar pihak investor PT BIBU Panji Sakti sudah mengajukan diri untuk presentasi ke gubernur, tapi enggak direspons," kata dia.

Masyarakat lokal lanjut Ida juga sangat khawatir jika bandara tersebut nantinya dibangun di darat.

"Situs-situs penting jangan diusik, apalagi sampai menggusur pura saya tidak setuju. Saya berbicara dalam konteks keselamatan penerbangan idealnya bandara itu dibangun di laut ketimbang di darat," ujarnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini