Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut

Okky Wanda lestari , Jurnalis-Minggu, 10 Februari 2019 |18:15 WIB
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
Foto: Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Antara)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunjungi Kampung Rumput Laut, Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Dalam kunjungannya Menteri Susi mendatangi Kelompok Pembudidaya Samudera Hijau Satu, yang mengintegrasikan budidaya rumput laut, udang, dan bandeng.

Dalam sambutannya di hadapan sekitar 300 kepala keluarga yang hadir, Menteri Susi mengapresiasi usaha budidaya rumput laut yang ditekuni masyarakat sekitar. Menteri Susi menjanjikan, akan membantu warga sekitar mencari pasar ekspor yang lebih baik untuk menampung rumput laut hasil budidaya masyarakat.

Ia mengakui, selama ini Tiongkok masih menjadi pasar rumput laut terbesar, namun kartel perdagangan yang diterapkan Tiongkok membuatnya sulit ditembus. Meskipun begitu, Menteri Susi meminta masyarakat untuk tidak berputus asa. Ia berjanji akan mencarikan pasar alternatif lainnya.

Baca Juga: Menteri Susi Bacakan Puisi "Kau Bohong" di Pinggir Laut

Menteri Susi juga menyarankan koperasi warga sekitar untuk mengajukan pinjaman ke Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP). BLU LPMUKP menyediakan pinjaman dengan bunga yang jauh lebih kecil dibandingkan bank, yaitu hanya sebesar 3 persen. Ia juga menyarankan pembudidaya rumput laut untuk mengurus resi gudang (dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang), sehingga untuk dapat meminjam modal ke bank tidak diperlukan jaminan lainnya.

“Saya lihat Bapak dan Ibu semua sudah cukup. Rumput lautnya sudah mencukupi bisa bikin semua senang, hidup tidak susah, kalau berlebih itu tentunya cita-cita kita semua. Tapi kan paling tidak, sudah tidak susah tho dengan adanya rumput laut? Alhamdulillah,” kata Menteri Susi dalam keterangannya, Minggu (10/2/2019).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement