Jeff Bezos Masih Jadi Manusia Terkaya di Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 11 320 2016208 jeff-bezos-masih-jadi-manusia-terkaya-di-dunia-210WaoRiYg.jpg CEO Amazon Jeff Bezos (Foto: Reuters)

JAKARTA – Percaturan orang kaya dunia belum banyak berubah. Pendiri Amazon Jeff Bezos masih memuncaki peringkat manusia terkaya di Dunia. Sementara itu ada 5 warga negara Indonesia (WNI) yang masuk dalam 500 daftar Indeks Miliarder Bloomberg. Bezos memang manusia fenomenal yang masih paling tajir di jagat raya ini. Total kekayaan Bezos hingga kemarin tercatat sebesar USD132 miliar (Rp1.842 triliun).

Kekayaan Bezos juga terakumulasi dari website ritel Zappos dan Audible yang menjadi platform untuk para vendor pihak ketiga dan menyediakan layanan komputasi cloud. Sementara Amazon masih menjadi sumber kekayaan terbesarnya. “Amazon membukukan pendapatan USD233 miliar pada 2018,” ungkap laporan Bloomberg. Jeff Bezos memiliki 16% saham di Amazon yang merupakan peritel online terbesar di dunia. Dia juga memiliki perusahaan eksplorasi antariksa Blue Origin.

Baca Juga: Bos Softbank Raup Rp69 Triliun dalam Sehari

“Blue Origin bertujuan mengurangi biaya peluncuran, membawa jutaan orang bekerja di antariksa serta memindahkan industri dan manufaktur keluar dari bumi,” ungkap Bloomberg. “Saat ini Bezos menguasai saham Blue Origin dan tidak bermaksud menjualnya,” papar CEO perusahaan dana ventura Space Angels, Chad Anderson. Pejabat Blue Origin juga bahwa Bezos telah berinvestasi di Blue Origin sebesar USD500 juta. Menurut Bezos, dia mendanai Blue Origin dari hasil penjualan sekitar USD1 miliar saham Amazon. “Sejak 2002, dia menjual saham Amazon sekitar USD7 miliar,” papar data Bloomberg. Bezos juga membayar USD250 juta untuk mengakuisisi Washington Post pada Agustus 2013.

Kabar terbaru yang mengejutkan tentang Bezos adalah terkait perceraiannya dengan sang istri MacKenzie yang diumumkan di Twitter pada 9 Januari 2019. Belum ada kalkulasi dampak dari perceraian itu atas kekayaan Bezos. Posisi Bezos diikuti pendiri Microsoft Bill Gates dengan kekayaan USD95,9 miliar (Rp1.338 triliun). Selain memiliki perusahaan software terbesar di dunia, Gates juga menguasai 1% Redmond, perusahaan yang berbasis di Washington. “Sisa kekayaannya dikelola Cascade Investment yang mengontrol saham-saham di puluhan perusahaan publik, termasuk Canadian National Railway, Deere, dan Ecolab,” papar Bloomberg.

Lalu chairman dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, Warren Buffett, di peringkat ketiga dengan kekayaan USD82,5 miliar (Rp1.152 triliun). Perusahaan Berkshire Hathaway selalu membukukan peningkatan nilai pasar 20,9% per tahun sejak 1953. Perusahaan itu memiliki Geico, Clayton Homes, dan Dairy Queen serta saham di Coca-Cola dan American Express. Peringkat keempat ditempati Chairman LVMH Moet Hen nessy Louis Vuitton Bernard Arnault dengan kekayaan USD76,0 miliar.

jeff

Arnault mengontrol sekitar setengah dari saham LVMH yang memiliki pendapatan USD55,3 miliar pada 2018. Perusahaan produk barang mewah terbesar di dunia itu menjual berbagai produk kulit Louis Vuitton, arloji TAG Heuer, dan champagne Dom Perignon. Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg menempati posisi kelima dengan kekayaan USD65,9 miliar. “Facebook membukukan pendapatan USD56 miliar pada 2018 dan memiliki lebih dari 2 miliar pengguna per bulan,” papar laporan Bloomberg. Posisi keenam ditempati Amancio Ortega yang memiliki 59% saham perusahaan ritel pakaian terbesar di dunia Inditex dengan kekayaan USD62,7 miliar.

Perusahaan yang berbasis di Spanyol, Arteixo, miliknya itu merupakan induk Zara dan delapan merek ritel lain yang mengoperasikan lebih dari 7.400 toko dan memiliki pendapatan USD29 miliar dalam setahun hingga Januari 2018. Dia juga memiliki properti ritel dan kantor premium di berbagai penjuru dunia. Carlos Slim yang mengontrol America Movil memiliki kekayaan USD59,6 miliar dan menempati peringkat ketujuh dalam daftar itu. America Movil merupakan operator telepon seluler terbesar di Amerika Latin.

“Dia memiliki holding dalam bidang perbankan dan pertambangan serta saham di sejumlah perusahaan publik, termasuk New York Times dan Caixabank. Melalui perusahaan Grupo Carso, dia juga tertarik pada industri konstruksi Meksiko,” papar laporan Bloomberg. Co-founder Oracle Corporation Larry Ellison membukukan kekayaan USD54,8 miliar dan berada di peringkat kedelapan. Posisi selanjutnya ditempati CEO Alphabet Larry Page yang memiliki kekayaan USD53,9 miliar. Adapun Presiden Alphabet Sergey Brin memiliki kekayaan USD52,4 miliar di posisi ke-10.

Ada lima warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Salah satunya adalah Budi Hartono dengan kekayaan USD14,9 miliar (Rp208 triliun) di peringkat ke-75 secara global. Lalu Michael Hartono yang memiliki kekayaan USD14,1 miliar (Rp197 triliun) berada di peringkat ke-84. “Hartono dan saudaranya Michael merupakan pemilik Djarum Group yang memproduksi satu dari setiap lima rokok yang diproduksi di Indonesia. Keduanya memiliki saham terbesar di Bank Central Asia (BCA), bank terbesar di Indonesia. Pendapatan BCA sebesar Rp56,8 triliun pada 2017,” ungkap Bloomberg.

Posisi Hartono dan Michael diikuti Tan Siok Tjien dengan kekayaan USD10,1 miliar (Rp141 triliun) di peringkat ke- 139 secara global. Tan menguasai Gudang Garam yang didirikan mendiang suaminya Surya Wonowidjojo. “Gudang Garam memiliki pegawai hampir 36.000 orang dan pendapatan yang dilaporkan sebesar USD6,2 miliar pada 2017,” ungkap laporan Bloomberg. Warga Indonesia lainnya, Chairman Indorama Corp Prakash Lohia, memiliki kekayaan USD6,22 miliar di peringkat ke- 247 secara global.

Baca Juga: Tips Menjadi Kaya ala Orang Tionghoa

“Indorama Ven tures yang merupakan afiliasi yang terdaftar di Bangkok menjadi produsen produk polyester terbesar di dunia dengan pendapatan USD8,4 miliar pada 2017. Grup itu memiliki pabrik pada lebih dari 30 negara,” papar Bloomberg. Kemudian Chairman Salim Group Anthoni Salim dengan kekayaan USD4,26 miliar berada di peringkat ke-429. Grup perusahaan itu memiliki First Pacific dan saham di Indofood Sukses Makmur. Salim juga memiliki saham di Indocement Tunggal Prakarsa, BCA, dan peritel Indoritel Makmur.

Dominasi Asia

Persebaran para miliarder di tiap benua masih didominasi Benua Asia dengan total 719 miliarder. Pendiri Tencent Ma Huateng atau yang biasa dipanggil dengan sapaan Pony Ma menjadi orang terkaya di Asia dengan kekayaan sebesar USD51,1 miliar (Rp713 triliun) per April 2018. Tencent merupakan perusahaan paling bernilai di Asia serta salah satu perusahaan teknologi dan internet terbesar di dunia. Benua Amerika Utara memiliki jumlah miliarder terbanyak kedua di dunia, yakni 631 miliarder dengan Jeff Bezos sebagai yang terkaya di benua itu dan secara global.

Di Eropa ada 559 miliarder dengan Bernard Arnault menjadi manusia terkaya di benua tersebut. Adapun Benua Amerika Selatan menempati peringkat keempat untuk benua dengan miliarder terbanyak dengan jumlah 85 orang. Pebisnis dan investor Jorge Paulo Lemann asal Brasil menjadi orang terkaya di benua itu. Di Benua Oceania, ada 35 miliarder dengan Gina Rinehart sebagai orang terkaya di sana. Kekayaan Gina mencapai USD17,40 miliar pada 2018. Gina merupakan pebisnis pertambangan dan chairman Hancock Prospecting yang didirikan ayahnya Lang Hancock. Gina asal Perth itu menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan salah satu wanita terkaya di dunia.

Benua Afrika memiliki 25 miliarder dengan pemilik Dangote Group Aliko Dangote sebagai orang terkaya di sana dengan kekayaan USD14,1 miliar. Dangote Group memiliki bisnis berbagai komoditas di Nigeria dan negara Afrika lainnya. Dangote asal Nigeria itu berhasil melampaui miliarder keturunan Arab Saudi dan Ethiopia Mohammed Hussein al-Amoudi pada 2013 dengan kekayaan lebih dari USD2,6 miliar sehingga menjadi keturunan Afrika terkaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini