nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi Masih Bahas Rute

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 16:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016403 proyek-tol-probolinggo-banyuwangi-masih-bahas-rute-owmXkkeIXR.jpg Foto: Dok. Jasa Marga

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terus melakukan pembahasan terkait wacana pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi. Pembahasan sendiri dilakukan untuk menetapkan rute yang akan dilewati jalan tol tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembahasan mengenai opsi rute tersebut menyusul adanya masalah pada rute yang telah ditetapkan.

Sebab, rute pertama jalan tol tersebut melewati kawasan TNI Angkatan Laut sehingga perlu mencari opsi lain.

"Di sana kan ada tempat latihannya marinir. Jadi sedang kita cari rutenya ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

 Baca Juga: Jasa Marga Targetkan Tol Probolinggo-Banyuwangi Mulai Beroperasi 2020

Memang menurut Basuki, jalur tersebut merupakan yang paling optimal dan memungkinkan. Akan tetapi, untuk menggunakan rute tersebut, perlu ada koordinasi terlebih dahulu dengan pihak TNI angkatan laut.

"Rute awal melalui kawasan latihan (TNI) Baluran itu bisa. Itu yang paling optimum, tapi dengan syarat latihan itu setahun sekali. Jadi bisa kita bangun dan harus koordinasi dulu dengan TNI," katanya.

Namun saat ini pihaknya juga telah menyiapkan beberapa opsi untuk rute tersebut jika memang opsi pertama tidak bisa dilakukan. Opsi lainnya adalah dengan melalui sisi selatan.

Pembangunan sisi selatan sendiri nantinya jalur tersebut akan dibuat terowongan. Tentunya opsi ini sendiri memiliki kekurangan berupa biaya yang akan jauh lebih mahal dan juga jarak yang akan lebih jauh dibandingkan opsi pertama.

 Baca Juga: Lewat Tol Trans Jawa, Pasuruan ke Probolinggo Cuma 30 Menit

Oleh karena itu pembahasan masih terus dilakukan sebelum akhirnya benar-benar dibangun, sehingga pembangunan jalan tol tersebut bisa berjalan lebih optimal dan efisien.

"Ada rute yang kedua agak ke selatan tapi bikin terowongan lebih mahal. Yang ketiga juga ke selatan lagi, lebih jauh lagi, ada terowongan juga," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini