nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Trans Jawa Tersambung, Ini PR Menteri Basuki untuk Badan Usaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 April 2019 14:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 29 320 2049344 tol-trans-jawa-tersambung-ini-pr-menteri-basuki-untuk-badan-usaha-szPHrvn0jV.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan tol Trans Jawa menuai banyak pujian. Banyak masyarakat yang mengaku senang dengan adanya jalan tol Trans Jawa ini.

Meskipun sudah tersambung lanjut Basuki, bukan berarti tugas dari pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selesai begitu saja. Masih harus dipikirkan bagaimana jalan tol ini bisa menghasilkan multiplier effect terhadap perekonomian negara.

"Namun, ke depannya kita harus dapat menunjukkan bahwa jalan tol tidak hanya menyambung dari titik satu ke titik lainnya, namun juga dapat terhubung dengan kawasan industri dan pariwisata sehingga kita dapat mengoptimalkan manfaat jalan tol,” ujarnya dalam acara Rakor ATI di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Baca Juga: Menteri PUPR: Terima Kasih Jalan Tol Trans Jawa Tersambung

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol (ATI) Desi Arryani mengatakan, memang selama ini pencapaian pembangunan jalan tol cukup fantastis. Pasalnya hampir 1.000 km bisa dioperasikan dalam periode waktu 4 tahun ini.

"Perkembangan infrastruktur luar biasa tahun lalu tersambung trans Jawa tersambung hampir 1.000 km dilanjut dengan tol trans Sumatera," ucapnya.

Namun masih aada sejumkah pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini. Misalnya dalam hal finansial yang mana antara pembangunannya dan uang yang dimiliki tidak berimbang.

"Terutama dari sisi finansial, yaitu bagaimana memenuhi pendanaan dalam membangun jalan tol dalam waktu yang cukup pendek," ucapnya.

 Baca Juga: Asosiasi Jalan Tol Siapkan Terobosan Baru untuk Musim Mudik Lebaran

Selain itu lanjut Desi, masalah kain adalah yang berkaitan dengan teknis pembangunan. Dan terakhir adalah permasalahan dari sisi operasional yang mana pemerintah dan BUJT sendiri ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jalan.

"Lalu dari segi teknis, berhubungan dengan pembebasan tanah, pembangunan dan metode konstruksi. Kemudian dari sisi operasi, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jalan serta tantangan-tantangan lainnya yang berhubungan dengan keorganisasian,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini