nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Ritel Hadapi Persaingan E-Commerce

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 21:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016576 ini-cara-ritel-hadapi-persaingan-e-commerce-MQgCy29ar1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ritel konvensional diminta melakukan transformasi agar tidak tergerus dengan e-commerce ataupun ritel online. Apalagi kini, pemerintah mengeluarkan regulasi baru yakni aturan khusus pajak transaksi perdagangan online e-commerce.

Dengan demikian, persaingan perdagangan ritel konvensional dengan online bisa sehat. Investor pun siap mengucurkan investasi untuk pengembangan industri ritel.

 Baca Juga: Digempur E-Commerce, Pelaku Ritel Harus Mampu Beradaptasi

Salah satunya Korean Teachers’ Credit Union, CITIC Securities One-Belt-One-Road Fund dan Warburg Pincus memberikan suntikan pendanaan ekuitas sekitar USD200 juta atau Rp2,8 triliun (kurs Rp14.000 per USD) kepada anak usaha PT Nirvana Development Tbk (NIRO), PT Nirvana Wastu Pratama.

“Saya secara pribadi menyambut pemegang saham baru kami, KTCU dan CSOBOR Fund. Investasi ini suatu validasi kuat atas model bisnis kami yang unik, perkembangan perusahaan," ujar Direktur Utama dan CEO dari NWP Retail Timothy Daly dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

 Baca Juga: Tekan E-Commerce, Pelaku Ritel Indonesia Siap Bangkit Lagi

Timothy melanjutkan, pendanaan senilai Rp2,8 triliun itu penting di tengah periode transformasi di ritel modern di seluruh Indonesia saat ini. Bagi NWP Retail, suntikan ekuitas akan menjadi kekuatan dalam melakukan konsolidasi di industri pasar yang sedang kekurangan supply.

Tercatat, industri ritel modern terus mengalami kekurangan supply, di mana saat ini lebih dari 70% dari 200 kota-kota utama tidak memiliki pusat perbelanjaan modern,

Sementara itu Managing Director & Head of South East Asia Warburg Pincus, Jeffrey Perlman mengatakan, dana investasi besar itu akan membuat NWP Retail mempercepat pertumbuhan perusahaan. "Terutama di saat industri mengalami keterbatasan kapital dan modal," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini