nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Ada Perang Dagang, Kini Muncul Perang Teknologi 5G

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 15:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 20 2016859 sri-mulyani-ada-perang-dagang-kini-muncul-perang-teknologi-5g-xjy6OANJny.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, setelah muncul perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, kini berlanjut perang ke sektor teknologi. Dalam hal ini yakni perang teknologi jaringan internet 5G.

"Hari-hari ini, mengenai AS dan China dalam perang dagang, muncul dimensi perang teknologi. Teknologi 5G yang dikhawatirkan akan mendominasi dan memonopoli, karena seluruh kehidupan manusia bisa terkait dan dikaitkan dengan 5G," kata dia dalam acara seminar mengenai digitalisasi di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

 Baca Juga: Puisi Sri Mulyani: Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang

Seperti diketahui, Pemerintah (AS) memang membujuk sekutunya agar tidak lagi menggunakan perangkat teknologi dan telekomunikasi 5G produksi dari perusahaan asal China, Huawei. AS menggunakan alasan menjaga keamanan nasional untuk pemblokiran tersebut.

"Inovasi 5G terjadi head to head antara China dengan AS. Di mana AS berkoordinasi dengan negara pro barat dengan tidak menggunakan teknologi 5G dari China," kata dia.

Sri Mulyani menyatakan, di era digitalisasi dunia selalu diperhadapkan kontestasi geopolitik yang membuat kehidupan berubah, termasuk perubahan pada ekonomi. Setiap kondisi m tersebut terus menjadi pembahasan serius dalam forum-forum internasional.

sri mulyani

Oleh sebab itu, sebagai pemangku kebijakan, dirinya meminta Kemenkeu harus mampu beradaptasi dengan perubahan dunia tersebut. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat berdampak positif bagi kepentingan negara di tengah perkembangan teknologi.

"Kita harus memahami ini, mengantisipasi, mengelola, me-manage, memanfaatkan. Kalau tidak kita ketinggalan. Bagaimana kebijakan kita tidak hanya bisa mengantisipasi ini tapi juga menyiapkan masyarakat di tengah perubahan teknologi digital yang dampaknya luas," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini