nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puisi Sri Mulyani: Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 20:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 20 2012659 puisi-sri-mulyani-kala-kamu-menuduh-aku-menteri-pencetak-utang-2GgyMONJ2n.png Foto: Kala Kamu Menuduh Aku Pencetak Utang (Ist)

JAKARTA - Keberhasilan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi menteri keuangan terbaik dunia dan beberapa penghargaan, nampaknya tidak semua pihak senang. Sebab masih ada segelintir orang yang mencari kesalahan mantan pejabat di World Bank ini.

Salah satunya soal utang. Sri Mulyani acapkali disentil soal utang Indonesia yang terus naik. Penjelasan Sri Mulyani soal utang juga sering kali sudah dijelaskan, namun masih saja permasalahan utang terus dibahas.

Terakhir, ucapan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang mengkritik utang pemerintah saat ini terus naik. Bahkan, Prabowo menyebut jangan disebut lagi Menteri Keuangan, melainkan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

 Baca Juga: Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani: Saya Enggak Baper

Pernyataan Prabowo ini sontak menjadi viral beberapa hari terakhir ini. Sri Mulyani pun sudah menanggapi pernyataan Prabowo tersebut.

Namun, kali ini Sri Mulyani 'membalas' Prabowo yang menyebut Menteri Pencetak Utang dengan puisi yang menggambarkan prestasi pemerintah dalam hal pembangunan.

 Baca Juga: Sri Mulyani Disebut Pencetak Utang, Menko Luhut: Dia Menteri Ekonomi Terbaik

Hal ini terkuak dalam instagram resmi Sri Mulyani @smindrawati. Berikut balasan Sri Mulyani merespons pernyataan Menteri Pencetak Utang lewat puisi seperti dikutip Okezone, Jakarta, Jumat (2/1/2019).

 

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

 

Kami menyelesaikan

Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan

Kami menyelesaikan

Puluhan embung dan air bersih,

bagi jutaan saudara kita yang kekeringan

Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

 

Kami bekerja menyediakan subsidi

Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok

Kami terus bekerja

Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin

Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin

Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

 

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

 

Kami bekerja siang malam

Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.

Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,

agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,

bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya

Kami tak pernah berhenti, agar

472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan

20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,

170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani

Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah

Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket

Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah

Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

 

Terus, Kami terus bekerja, agar

74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik

Triliunan rupiah tersedia

membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

 

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

 

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

 

Aku tak ingin engkau lupa itu.

sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini