nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit 2019 Diprediksi Lebih Rendah

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016716 defisit-2019-diprediksi-lebih-rendah-XdjilQP2Kx.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

Sepanjang 2018, lanjutnya, arus masuk neto investasi langsung asing pada 2018 relatif stabil sebesar USD 20,1 miliar, terutama pada sektor industri manufaktur, sektor perdagangan, sektor pertambangan, dan sektor jasa. “Tetap positifnya aliran masuk investasi langsung asing tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas investasi domestik,” beber dia. Dengan demikian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV/2018 mengalami surplus sebesar USD5,4 miliar, ditopang oleh peningkatan surplus yang signifikan pada transaksi modal.

Adapun aliran modal asing masuk ke Indonesia secara year to date selama 2018 dari Januari 2019 hingga 7 Februari 2019 mencapai Rp49,6 triliun. Capaian inflow tersebut terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar R p32,4 triliun, lalu saham sebesar Rp15,1 triliun, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp2 triliun. “Capaian inflow ini menunjukkan bagaimana kepercayaan investor domestik dan luar negeri terhadap perkembangan pasar keuangan dalam negeri cukup kuat,” ungkap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Selain itu, arus modal asing ini juga mencerminkan bahwa faktor pergerakan nilai tukar cukup membaik bahkan menguat. Dia melanjutkan, aliran modal asing itu akan terus masuk di semua portofolio baik melalui penanaman modal asing (PMA), saham, maupun obligasi. Aliran modal asing dalam bentuk PMA akan meningkat terus karena kebijakan pemerintah yang sedang ditempuh sangat pro untuk menarik PMA di antaranya PMA untuk infrastruktur, PMA untuk mendorong ekspor mengurangi impor dalam konteks industri 4.0, serta PMA untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta PMA untuk pariwisata.

“Itu kan kebijakan yang di tempuh pemerintah, baik dari sisi kebijakan deregulasi bahkan diregulasi Desember sampai tax holiday, berkaitan kebijakan perindustrian. Itu kan semua akan menarik aliran dana asing dalam bentuk PMA,” beber Perry. Menurut dia , aliran modal asing dalam bentuk PMA akan terus naik karena prospek ekonomi Indonesia yang terus membaik. Adapun untuk jenis aliran modal asing di saham terus naik karena prospek ekonomi terus meningkat serta ban yak perusahaan Indonesia yang mencatatkan laba yang baik. Sehingga menarik aliran modal asing untuk menanamkan investasinya dalam bentuk saham.

“Hal ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus meningkat dan aliran modal asing yang masuk ke saham,” paparnya.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini