nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KSP Akui Tol Trans Jawa Belum Seramai Jalan Pantura

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 19:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2017020 ksp-akui-tol-trans-jawa-belum-seramai-jalan-pantura-Lj06YdyzMK.jpg Ilustrasi Tol Trans Jawa (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Jalan Tol Trans Jawa disebut-sebut memiliki tarif terlalu mahal. Hal itu yang membuat jalan Tol Trans Jawa masih sepi peminat hingga saat ini. Bahkan kendaraan pengangkut logistik memilih untuk menggunakan jalan Pantura.

Menurut Deputi II Kepala Staff Kepresidenan Yanuar Nugroho, tidak benar jika kendaraan tidak mau lewat jalan tol karena mahal. Pasalnya, dirinya melihat langsung beberapa mobil pengangkut sayuran melintasi jalan tol.

Memang, dari jumlah belum sebanyak kendaraan yang melalui jalan nasional, Pantura. Namun sangat wajar, karena ada beberapa hal yang dibangun oleh pemerintah agar jalan tol tersebut bisa terlihat manfaatnya secara maksimal.

"Saya melihat sendiri bagaimana mobil-mobil kecil yang isinya sayuran itu lewat di jalan tol. Memang belum seramai jalan yang non tol," ujarnya saat ditemui di Kantor Kepala Staff Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Rest Area di Tol Trans Jawa Diminta seperti Pantura

Menurutnya, ada beberapa hal yang ingin dibangun oleh pemerintah. Pertama, prefensi jika jalan tol bisa menjadi alternatif bagi pengguna jalan yang ingin mendapatkan fasilitas waktu tempuh yang lebih cepat.

Kedua, terkait hitung-hitungan berdasarkan ekonomi. Biasanya jalan tol ini sendiri baru bisa dirasakan tiga sampai lima tahun ke depan pada perekonomian negara.

"Satu prefensi, dua hitung-hitungan keekonomian itu selalu relatif terhadap daya beli dan kemampuan akses masyarakat," jelasnya.

Lalu hal ketiga yang tengah dibangun adalah membentuk sejauh demand. Maksudnya adalah memang saat ini belum banyak masyarakat yang melalui jalan tol Trans Jawa.

Namun lama-kelamaan, masyarakat akan dengan sendirinya beralih ke jalan tol. Apalagi jika kondisi jalan sudah mulai padat dikarenakan semakin tahun jlah kendaraan akan semakin banyak.

"Ketiga kalo boleh saya sebut sebagai satu bentuk pendidikan atau membangun demand. Saya bilang tadi membangun infrastruktur itu dampaknya baru terlihat tiga lima tahun lagi. Persis karena demandnya belum tentu selalu satu juga bisa diciptakan," jelasnya.

Baca Juga: Hitungan Tarif Tol Trans Jawa Sudah Paling Pas

Dan yang ketiga adalah pemerintah tengah mempersiapkan untuk membangun ekonomi. Jika ada akses jalan tol maka kecepatan arus barang juga akan semakin optimal.

Jika arus barang cepat maka daya beli akan meningkat karena stok barang tidak akan pernah kehabisan. Jika daya beli meningkat, maka ekonomi akan meningkat pula.

"Maksudnya gini membangun jalan tol dengan membangun jalan non tol yang sama sama infrastrukur tapi katakanlah yang di Papua itu punya cerita berbeda. Yang di Papua enggak mungkin ada charge karena tujuan kesana adalah untuk membuka akses. Jadi nilai keekonomian disana akan berbeda dengan yang di Jawa," jelas Yanuar.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini